Salamwaras. com BANDUNG – Kasus penemuan jasad perempuan berinisial SM (41) yang ditemukan terbungkus kardus di kawasan Babakan Ciparay, Kota Bandung, menguak cerita mencekam. Jasad korban ternyata sempat diangkut menggunakan mobil pikap yang dipesan melalui jasa ekspedisi online.
Mobil pikap bernomor polisi D 8683 EV itu dikemudikan Tegar. Ia mengaku awalnya tidak menaruh curiga ketika menerima pesanan sekitar pukul 10.00 WIB dari kawasan Andir menuju Kopo.
Saat tiba di lokasi penjemputan, Tegar hanya melihat sebuah paket berukuran besar yang berada di pinggir jalan. Karena ukurannya cukup berat, ia bahkan diminta membantu mengangkat paket tersebut ke dalam kendaraan.
Namun, kecurigaan mulai muncul ketika mobil melaju.
Bau aneh dari dalam kardus perlahan tercium dan semakin mengganggu. Tegar kemudian menanyakan isi paket kepada penumpangnya, SDS (31), yang disebut sebagai terduga pelaku.
Jawaban yang diberikan justru semakin menimbulkan tanda tanya.
SDS mengaku paket tersebut berisi besi dan pakaian. Namun Tegar tidak begitu saja percaya. Ia kembali menanyakan isi paket tersebut karena bau yang keluar semakin kuat.
Kecurigaan berubah menjadi kepanikan.
Tegar akhirnya memutuskan untuk menghentikan perjalanan dan meminta SDS turun bersama paket yang dibawanya. Tepat sebelum lampu merah Pasir Koja, di pertigaan Jalan Soekarno-Hatta–Jalan Terusan Suryani, mobil dihentikan.
Paket kardus tersebut kemudian diturunkan.
Tegar pun melaporkan kecurigaannya kepada warga sekitar. Dugaan bahwa kardus tersebut bukan berisi barang biasa akhirnya mengarah pada fakta mengejutkan: di dalamnya terdapat jasad seorang perempuan.
Sementara itu, SDS telah meninggalkan lokasi sebelum berhasil diamankan warga. Terduga pelaku disebut berusaha melarikan diri menuju Palembang.
Polisi kemudian bergerak cepat. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti serta pemeriksaan sejumlah saksi, polisi berhasil mengendus keberadaan SDS.
Hanya sekitar enam jam setelah kejadian, SDS akhirnya berhasil ditangkap saat dalam perjalanan menuju Palembang.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Bagaimana SM meninggal, apa motif di balik dugaan pembunuhan tersebut, serta bagaimana hubungan antara korban dan SDS masih menjadi bagian dari penyelidikan.
Yang jelas, bau mencurigakan yang tercium sopir pikap menjadi titik penting yang membuka tabir perjalanan terakhir jasad SM sebelum ditemukan warga.
Sumber : dari berbagai sumber






