HPA Sulteng Susun Penguatan Organisasi, Fokus Kaderisasi dan Pembentukan Struktur Kabupaten/Kota

SALAMWARAS.COM, Palu, Sulteng – Himpunan Pemuda Alkhairaat (HPA) Wilayah Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Ketua Wilayah HPA Sulteng, Tasrif Repadjori, S.Ag., M.Pd.I, bersama Sekretaris Wilayah Erwin Samangka, S.Pd.I., M.Pd.I, menyiapkan sejumlah agenda penguatan organisasi, kaderisasi, serta konsolidasi struktur HPA di tingkat kabupaten dan kota.

Arah organisasi tersebut mengacu pada visi untuk mewujudkan HPA sebagai pusat kaderisasi pemuda Islam yang progresif, berakhlak mulia dan mandiri, sekaligus menjadi salah satu kekuatan terdepan dalam menyosialisasikan misi perubahan Alkhairaat di bidang pendidikan, dakwah, serta sosial ekonomi.

Dalam menjalankan visi tersebut, HPA Sulteng menempatkan penguatan kelembagaan dan tata kelola organisasi sebagai salah satu prioritas. Organisasi diarahkan agar mampu bekerja secara efektif, profesional, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan dan pengembangan potensi pemuda Alkhairaat.

Ketua HPA Wilayah Sulteng, Tasrif Repadjori, mengatakan konsolidasi organisasi juga perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan koordinasi, komunikasi, sinergi dan integrasi program, mulai dari Pengurus Besar, Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah hingga seluruh struktur HPA.

Menurutnya, sistem kaderisasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Kaderisasi diarahkan untuk melahirkan kader Alkhairaat yang memiliki karakter, ilmu, integritas, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta kapasitas kepemimpinan dan pengabdian kepada umat dan bangsa.

Selain kaderisasi, HPA Sulteng juga mendorong penataan administrasi organisasi berbasis data dan digitalisasi. Hal tersebut mencakup database keanggotaan, kelembagaan, program dan aset organisasi secara terintegrasi untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

Di bidang ekonomi, HPA menargetkan penguatan kemandirian organisasi dan kader melalui pengembangan kewirausahaan pemuda, pemberdayaan potensi ekonomi, pengelolaan unit usaha serta pembangunan ekosistem ekonomi yang produktif, kolaboratif dan berkelanjutan.

Sementara di bidang pendidikan dan dakwah, HPA ingin memperluas pemanfaatan teknologi dan media digital sebagai sarana edukasi, syiar, literasi keislaman serta penyebaran nilai-nilai Alkhairaat yang moderat, inklusif dan relevan dengan perkembangan generasi muda.

Tasrif juga menekankan pentingnya sinergi antara Pengurus Besar Alkhairaat dan HPA. Harmonisasi program dinilai diperlukan untuk memperkuat kesinambungan kaderisasi, pendidikan, dakwah, pemberdayaan pemuda dan kontribusi Alkhairaat bagi masyarakat serta bangsa.

Di sisi lain, HPA Sulteng membuka ruang kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, media dan pemangku kepentingan lainnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas ruang kolaborasi sekaligus meningkatkan kontribusi HPA dalam pembangunan. Jejaring kepemudaan di tingkat nasional hingga global juga menjadi bagian dari agenda organisasi untuk membuka ruang pertukaran gagasan, pengembangan kapasitas, kolaborasi dan akses bagi para kader.

Perkuat Struktur Kabupaten/Kota

Dalam agenda organisasi ke depan, HPA Wilayah Sulteng juga akan memfasilitasi pembentukan kepengurusan di sejumlah kabupaten yang belum sempat mengikuti PKN sebelumnya.

Wilayah yang menjadi perhatian antara lain Buol, Tolitoli, Poso, Luwuk, Banggai Laut, Banggai Kepulauan, serta Morowali induk.

Selain pembentukan struktur, HPA Wilayah Sulteng akan melakukan monitoring terhadap kabupaten/kota yang saat ini menjalankan tiga tugas mandat organisasi, yakni LDK, pembentukan struktur di tingkat kecamatan, serta penyusunan kepengurusan HPA kabupaten/kota.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses konsolidasi organisasi berjalan sesuai mekanisme dan kebutuhan di masing-masing daerah.

Tasrif juga menyampaikan bahwa koordinasi dengan Pengurus Pusat HPA akan terus dilakukan, khususnya terkait mekanisme organisasi maupun hal-hal yang bersifat prinsip.

Koordinasi tersebut antara lain dilakukan bersama Muhamad Syarif Latadano dan Muhammad Kaharu dalam rangka menjaga kesinambungan komunikasi serta pelaksanaan agenda organisasi.

Harapan Ketua Terpilih

Tasrif berharap kepengurusan HPA Wilayah Sulteng ke depan dapat menjadi organisasi yang semakin solid, aktif dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pemuda, masyarakat dan umat.

“Saya berharap seluruh pengurus dapat membangun kebersamaan, saling mendukung, dan mengedepankan musyawarah dalam menjalankan setiap program organisasi. Perbedaan pendapat hendaknya menjadi kekuatan untuk menghasilkan gagasan-gagasan terbaik,” ujar Tasrif, Ahad sore, 4 Oktober 2026.

Ia mengatakan HPA harus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kapasitas diri, sekaligus ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan perjuangan Alkhairaat.

Menurutnya, amanah kepemimpinan bukan semata-mata mengenai siapa yang menjadi ketua, melainkan bagaimana seluruh kader dan pengurus dapat bersama-sama mengabdikan diri dan melanjutkan perjuangan para pendahulu.

“Amanah ini bukanlah tentang siapa yang menjadi ketua, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama mengabdikan diri dan melanjutkan perjuangan para pendahulu. Karena itu, saya mengajak seluruh kader dan pengurus untuk berjalan bersama, bekerja bersama, dan berjuang bersama demi kemajuan Himpunan Pemuda Alkhairaat,” katanya.

Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa HPA menjadi organisasi yang lebih baik, bermanfaat dan semakin dekat dengan kebutuhan generasi muda serta masyarakat.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *