Cegah Bullying Sejak Dini, Polsek Sragi Ajak Orang Tua Jadi Tempat Aman bagi Anak untuk Bercerita

Salamwaras. com Polres Pekalongan – Polda Jateng – Pencegahan perundungan atau bullying terhadap anak tidak cukup hanya mengandalkan pihak sekolah. Peran orang tua dalam mendidik, mengawasi, dan membangun komunikasi dengan anak juga menjadi kunci penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Pesan tersebut disampaikan Bhabinkamtibmas Polsek Sragi, Polres Pekalongan, Brigadir Tejo W dan Briptu Sandy T, saat menggelar sosialisasi anti bullying di SDN 5 Sragi, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti para wali murid.

Dalam sosialisasi itu, para orang tua diajak memahami bahwa perundungan bukan persoalan sepele. Ejekan, hinaan, tindakan memukul, hingga perilaku merendahkan teman karena kondisi fisik, ekonomi, maupun latar belakang keluarga dapat berdampak pada kondisi psikologis dan perkembangan anak.

Karena itu, orang tua diminta menanamkan nilai akhlak, empati, dan sikap saling menghormati sejak dini. Anak perlu diajarkan bahwa setiap orang harus diperlakukan dengan baik, tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi kehidupannya.

Ditempat terpisah, Kapolsek Sragi AKP Turkhan, S.H menegaskan bahwa keterlibatan orang tua sangat dibutuhkan untuk mencegah perundungan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari.

“Pencegahan bullying harus dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua perlu memberikan teladan yang baik, mengajarkan anak menghargai sesama, serta membangun komunikasi yang terbuka agar anak tidak takut bercerita ketika menghadapi masalah,” ujarnya.

Menurutnya, orang tua juga perlu peka terhadap perubahan perilaku anak. Anak yang tiba-tiba enggan berangkat sekolah, menjadi lebih pendiam, atau menunjukkan perubahan emosi perlu mendapat perhatian dan pendekatan yang tepat.

Jangan buru-buru memarahi atau menyalahkan anak ketika mereka menceritakan persoalan yang dialami. Sebaliknya, dengarkan keluhannya dengan tenang agar anak merasa aman dan berani menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi.

Awasi Pergaulan Anak, Termasuk di Dunia Maya

Selain membangun komunikasi, orang tua juga diingatkan untuk mengawasi pergaulan anak, termasuk penggunaan telepon genggam dan media sosial.

Perundungan tidak hanya terjadi secara langsung di sekolah. Perilaku mengejek melalui pesan, menyebarkan foto untuk mempermalukan teman, hingga ikut menyebarkan komentar yang menyakitkan di dunia maya juga perlu diwaspadai.

Anak harus diberikan pemahaman bahwa penggunaan teknologi perlu disertai tanggung jawab. Jangan sampai perangkat yang seharusnya membantu proses belajar justru digunakan untuk menyakiti atau merendahkan orang lain.

Orang tua juga diminta tidak membenarkan tindakan kekerasan sebagai cara menyelesaikan masalah. Ketika terjadi perselisihan, anak perlu dibimbing untuk mengedepankan komunikasi yang baik, bukan membalas ejekan dengan pukulan atau tindakan agresif lainnya.

Apabila anak menjadi korban atau diduga melakukan perundungan, orang tua diharapkan segera berkoordinasi dengan guru dan pihak sekolah untuk mencari penyelesaian yang tepat. Langkah tersebut penting agar persoalan dapat ditangani secara bijak, tanpa tindakan main hakim sendiri.

Anak yang melakukan perundungan perlu dibimbing agar memahami kesalahannya dan memperbaiki perilaku. Sementara itu, anak yang menjadi korban harus mendapatkan perlindungan, dukungan, dan pendampingan agar tidak merasa sendirian.

Bangun Sekolah Ramah Anak Bersama-sama

Melalui kegiatan ini, Polsek Sragi mengajak para wali murid memperkuat kerja sama dengan pihak sekolah dan kepolisian dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan.

Keteladanan orang tua menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Anak belajar bukan hanya dari nasihat yang diberikan, tetapi juga dari cara orang tua berbicara, memperlakukan orang lain, dan menyelesaikan perselisihan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan yang ditekankan dalam sosialisasi itu sederhana, tetapi penting: jangan sampai anak menjadi korban perundungan, dan jangan pula membiarkan anak tumbuh menjadi pelaku perundungan.

Melalui edukasi sejak dini dan kepedulian bersama, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan karakter, rasa percaya diri, dan kepedulian terhadap sesama.

Sebab, anak yang hebat bukanlah anak yang ditakuti oleh teman-temannya, melainkan anak yang mampu menghormati, menghargai, dan menyayangi orang lain.

Dengan sinergi antara keluarga, sekolah, dan kepolisian, upaya mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas bullying di wilayah Sragi diharapkan dapat terus diperkuat. (ozy)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *