SalamWaras, Pekalongan – Aktivitas tambang Galian C di Desa Sumurjomblangbogo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan,
Kini menimbulkan dampak nyata bagi warga, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun infrastruktur. Pengambilan tanah, batu, dan pasir yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir mengubah lanskap desa.
Menciptakan lahan bekas galian yang tidak rata dan menuntut perhatian lebih terhadap tata kelola lingkungan.
Namun, di balik dampak ekologis tersebut, CV. Sugesti Jaya hadir dengan langkah tanggung jawab sosial yang konsisten.
Perusahaan ini rutin menyalurkan CSR bulanan untuk lingkungan sekitar sepanjang satu kilometer per rumah, termasuk dukungan terhadap pembangunan masjid yang sudah berlangsung selama tiga tahun.
CSR tersebut juga menyasar kegiatan keagamaan, sosial, dan kepemudaan, memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dampak positif lainnya terlihat dari aspek ekonomi dan kesejahteraan warga. Tanah yang diambil tetap menjadi hak milik warga karena transaksi dilakukan tanpa sertifikat, sementara sebagian warga sekitar menjadi tenaga kerja di galian, mendapatkan penghasilan langsung dari aktivitas tambang.
Lahan bekas galian yang sebelumnya tidak rata kini diratakan, sebagian bahkan sudah ada warga telah mendirikan rumah, memperbaiki tata ruang dan estetika lingkungan.
“CSR bukan sekadar kewajiban, tapi bagian dari tanggung jawab kami untuk memastikan aktivitas tambang memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar,” ujar pihak CV. Sugesti Jaya.
Dengan kombinasi tantangan lingkungan dan kontribusi sosial, kasus Galian C di Sumurjomblangbogo menjadi cerminan bagaimana industri tambang bisa berdampak ganda: menimbulkan persoalan ekologis sekaligus membuka peluang ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal.






