Pedagang Pasar Tumpah Cikarang Protes, Tuntut Kelayakan Tempat Berdagang

Salamwaras.com, Kab.Bekasi |

Cikarang – Sejumlah pedagang yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Tumpah (HIPASTAH) menggelar aksi protes di kawasan Ramayana Cikarang, Kabupaten Bekasi. Mereka menuntut Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi untuk menyediakan fasilitas tempat berdagang yang lebih layak dan manusiawi.

Pantauan di lokasi pada Senin (2/3/2026), para pedagang membentangkan spanduk berisi poin-poin keberatan. Mereka menilai kebijakan penataan tempat berdagang yang dilakukan pemerintah saat ini justru merugikan nasib pedagang kecil.

“Kami menuntut Pemerintah Daerah untuk memberikan kelayakan tempat berdagang,” tulis pernyataan dalam spanduk tersebut.

Keluhkan Akses Jalan hingga Pedagang Ilegal

Para pedagang mengungkapkan bahwa infrastruktur di lokasi relokasi saat ini sangat tidak memadai. Terdapat tiga poin utama yang menjadi keresahan para pedagang:

1.Akses Jalan: Ketiadaan akses jalan yang memadai membuat pembeli sulit menjangkau lapak pedagang.

2.Pedagang Ilegal: Munculnya ‘pedagang gelap’ yang menguasai lahan secara sepihak memicu persaingan tidak sehat.

3.Faktor Ekonomi: Penataan yang buruk menyebabkan pendapatan harian pedagang menurun drastis.

Perwakilan pedagang menegaskan bahwa relokasi seharusnya bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga, bukan justru menyulitkan mereka dalam mencari nafkah.

Polisi dan Satpol PP Tinjau Lokasi

Merespons aksi tersebut, Kapolsek Cikarang Utara Kompol Sutrisno bersama personel Satpol PP Kabupaten Bekasi meninjau langsung kondisi pasar pada Senin malam (2/3). Petugas mengevaluasi tata letak pedagang yang dinilai terlalu padat sehingga mengganggu arus lalu lintas.

Kompol Sutrisno mengamati bahwa area berdagang saat ini sudah tidak mampu menampung kapasitas pedagang yang ada.

“Lokasi ini sebenarnya sudah terdata, namun tempatnya memang kurang luas dan terlalu rapat. Hal ini berisiko bagi kenyamanan, baik bagi pedagang maupun pembeli,” ujar Sutrisno di lokasi kejadian.

Kendala Parkir dan Bongkar Muat

Selain masalah lahan, pedagang juga mengeluhkan fasilitas penunjang. Salah satu perwakilan pedagang menyebutkan bahwa masalah parkir telah menjadi kendala utama selama 15 hari terakhir.

“Kami berharap parkir ditempatkan di lokasi yang sudah ditetapkan agar tidak memakan lahan pembeli. Selain itu, akses untuk bongkar muat barang sangat sulit karena ruang gerak sempit,” keluh pedagang tersebut kepada petugas.

Langkah Evaluasi Peda

Pihak kepolisian berkomitmen untuk membawa aspirasi para pedagang ke tingkat yang lebih tinggi. Kompol Sutrisno menegaskan pihaknya segera berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Bekasi untuk mencari solusi relokasi atau penataan ulang yang lebih efektif.

“Semua masukan dari teman-teman pedagang kami tampung. Besok atau lusa, kami akan melakukan evaluasi lapangan bersama instansi terkait untuk memfasilitasi lokasi yang lebih layak dan tertib,” pungkasnya.

Sumber: Himpunan Pedagang Pasar Tumpah (HIPASTAH)

Laporan: Tim Jurnalis 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *