Salam waras, Pekalongan — Upaya membangun generasi muda yang berkarakter dan sadar hukum terus digencarkan aparat kepolisian. Kali ini, pendekatan humanis itu terlihat dalam kegiatan sambang dialogis yang dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Kajen, Aipda Mukti Utama, di SMK Ma’arif NU Kajen, Kamis (16/4/2026).
Dalam suasana yang cair namun sarat pesan, Aipda Mukti Utama tidak sekadar hadir sebagai aparat, tetapi sebagai pembina yang mengajak pelajar berpikir kritis tentang masa depan mereka.
Ia menegaskan bahwa kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan sekolah bukan sekadar kewajiban formal, melainkan fondasi utama dalam membangun kualitas diri.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu, tapi tempat membentuk karakter,” pesannya di hadapan para siswa.
Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya fokus dalam belajar serta menghormati guru sebagai pilar utama pendidikan.
Nilai-nilai ini, menurutnya, menjadi benteng awal dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.
Tidak berhenti di ruang kelas, edukasi juga menyentuh aspek keselamatan berlalu lintas. Para pelajar diingatkan bahwa keselamatan di jalan bukan pilihan, melainkan kebutuhan mutlak.
Kesadaran ini dinilai penting di tengah tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan yang melibatkan usia muda.
Sorotan lain yang tak kalah tegas adalah soal ancaman bullying dan penyalahgunaan media sosial. Aipda Mukti mengajak siswa untuk membangun lingkungan yang aman dan saling menghargai, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
“Bijak bermedia sosial adalah bagian dari menjaga masa depan,” tegasnya.
Dalam arahannya, ia juga mengingatkan agar pelajar menjauhi tindakan anarkis, termasuk perusakan fasilitas umum maupun keterlibatan dalam kelompok yang mengarah pada paham radikal.
Pesan moral seperti berbakti kepada orang tua dan menghormati guru kembali ditegaskan sebagai akar pembentukan karakter.
Menariknya, pendekatan pembinaan ini juga merangkul minat generasi muda. Sosialisasi rencana turnamen e-sport seperti PUBG dan Free Fire diperkenalkan sebagai wadah positif untuk menyalurkan bakat, dengan catatan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan aturan.
Respons siswa pun terlihat antusias. Dialog yang terbangun dua arah menjadi indikasi bahwa pendekatan persuasif masih menjadi cara efektif dalam menanamkan nilai-nilai kamtibmas di kalangan pelajar.
Kegiatan ini menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama — dimulai dari ruang kelas, dari generasi muda yang sadar akan perannya di masa depan.






