Oleh: Pengamat Ekonomi Pertanian, Sony Sunarko, S.Sos., S.H., M.H.
Salmwaras.com,Jakarta, -Limbah tempurung kelapa Indonesia kini mampu menunjukkan eksistensinya di pasar dunia melalui produk briket berkualitas tinggi. Kondisi ini menjadi terobosan ekonomi yang sebelumnya kurang diperhitungkan sebagai penyangga ekonomi industri UKM maupun para pengusaha briket di Indonesia.
Bahan baku briket berasal dari limbah tempurung kelapa pilihan yang dihasilkan dari berbagai daerah kepulauan di Indonesia, antara lain Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku Tengah, Maluku Utara, NTT, NTB, hingga Sumatra. Daerah-daerah tersebut dikenal sebagai penghasil tempurung kelapa terbaik dengan kualitas buah kelapa unggulan.
Kelapa Indonesia Menjadi Favorit Dunia
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan hasil bumi dan rempah-rempah. Salah satu komoditas unggulan yang kini semakin diminati pasar internasional adalah kelapa dan produk turunannya.
Kelapa Nusantara diolah menjadi berbagai produk berkualitas tinggi seperti tepung kelapa DC, CNO (Coconut Oil), air kelapa, bungkil kelapa, hingga briket tempurung kelapa. Produk-produk tersebut masuk dalam kategori food dan non-food yang diekspor ke berbagai negara seperti China, Eropa, dan Timur Tengah.
Kualitas kelapa Indonesia dinilai unggul karena didukung oleh struktur tanah yang subur sehingga menghasilkan produk berkualitas tinggi. Meskipun ekspor terus meningkat, kondisi tersebut dinilai tidak memengaruhi ketersediaan stok dalam negeri.
Dampak Industri Briket terhadap Petani Kelapa
Keberadaan industri briket memberikan dampak positif bagi para petani kelapa. Limbah tempurung yang sebelumnya kurang bernilai kini dapat diolah menjadi produk ekspor bernilai ekonomi tinggi.
Pada umumnya, masyarakat di daerah penghasil kelapa sangat bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber penghasilan utama. Kelapa menjadi komoditas dominan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, di samping tanaman pala dan cengkeh.
Karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat bersinergi dalam membangun perekonomian berbasis pertanian yang terbukti lebih menguntungkan dan tidak terlalu bergantung pada barang impor.
Briket sebagai Penyangga Ekonomi Indonesia
Pasar briket Indonesia kini telah menembus pasar dunia, khususnya kawasan Timur Tengah, Eropa, dan Asia. Industri briket juga dinilai tetap stabil di tengah kondisi geopolitik global, termasuk konflik internasional.
Produk briket yang mayoritas berorientasi ekspor dinilai mampu mendukung pergerakan ekonomi nasional. Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan dapat memberikan perhatian lebih kepada para pelaku UKM pengrajin maupun pengusaha briket agar mampu memperluas pasar dan membangkitkan ekonomi kerakyatan, baik di daerah maupun secara nasional.
Editor : DM






