BREAKING NEWS: Unras Diiringi Dandutan, Ciri Rakyat “Muak” Tuntut Kepala Desa Hadir

Pekalongan — Suasana unjuk rasa di Desa Randumuktiwetan berubah tak biasa sore ini. Massa yang berkumpul di depan kantor Desa Randumuktiwaren, Kec. Bojong mendadak menghadirkan dandutan lengkap dengan pengeras suara, membuat aksi protes berlangsung dalam nuansa unik namun tetap sarat ketegangan.

Warga menyebut dandutan ini sebagai simbol bahwa mereka sudah “muak”—bahasa Pekalongan yang berarti benar-benar geram dan tidak bisa lagi ditahan.

“Iki dudu hiburan, iki tandha nek warga wes angel diajak meneng.” ujar salah satu warga, menegaskan bahwa musik yang diputar bukan untuk hura-hura, tetapi sebagai bentuk kekesalan kolektif terhadap pemerintah desa yang dinilai abai.

Massa kembali menuntut dua hal utama:

Pengembalian aset desa yang diduga hilang,

Penolakan pengangkatan Kadus 5 yang dianggap tidak memenuhi syarat.

Sambil berorasi, massa juga meneriakkan seruan agar Kepala Desa segera keluar menemui warga.

“Desa hadir di sini! Kepala desa kudu metu saiki!” teriak koordinator aksi.

Aparat Gabungan TNI Polri tetap berjaga mengamankan situasi, sementara dandutan terus menggema sebagai simbol protes rakyat.

Situasi di lokasi masih berkembang.
Update menyusul.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *