SalamWaras, Pekalongan — Gelombang dinamika internal melanda Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah dokumen hasil Rapat Harian Syuriyah beredar luas. Dokumen tersebut memuat keputusan agar Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mengundurkan diri dalam waktu tiga hari.
Isu itu memantik perhatian publik dan memunculkan respons dari sejumlah pihak. Sekjen PBNU sekaligus Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), akhirnya buka suara untuk meredam eskalasi.
Gus Ipul: Jangan Terpengaruh, Ikuti Jalur Resmi
Gus Ipul meminta seluruh jajaran struktural NU tetap menjaga kondusifitas dan tidak terprovokasi oleh kabar yang belum memiliki kejelasan formal.
“Dinamika internal PBNU akan diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang sah dan penuh kehati-hatian,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa seluruh jajaran — mulai PBNU, PWNU, PCNU, MWCNU hingga ranting — hanya merujuk informasi resmi dari Syuriyah, bukan dari kabar berantai atau opini eksternal.
Isi Dokumen Syuriyah: Lima Poin Keputusan Tegas

Dokumen yang beredar ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan disusun dalam rapat yang digelar Jumat, 21 November 2025, di Hotel Aston City Jakarta. Rapat tersebut diikuti 37 dari 53 pengurus Syuriyah.
Isi keputusan mencakup lima poin utama:
- Kaderisasi AKN NU dinilai melanggar prinsip Ahlussunnah wal Jamaah karena menghadirkan narasumber yang dikaitkan dengan jaringan Zionisme internasional.
- Langkah tersebut dinilai mencoreng nama organisasi dan memenuhi unsur pemberhentian tidak hormat berdasarkan aturan internal.
- Pengelolaan keuangan PBNU turut disorot, karena diduga menyalahi aturan organisasi dan hukum berlaku.
- Keputusan final diserahkan kepada Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam.
- Gus Yahya diberi waktu tiga hari untuk mundur. Jika tidak, Syuriyah akan memberhentikannya secara resmi.
Belum Ada Keterangan dari Gus Yahya
Sampai laporan ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak Gus Yahya. Sementara itu, Ketua PBNU Gus Fahrur membenarkan adanya surat tersebut, namun enggan menjelaskan lebih jauh.
“Silakan ke Sekjen saja,” ujarnya singkat.
NU Diminta Tetap Solid
Dengan beredarnya dokumen internal ke ranah publik, tensi organisasi meningkat. Namun Gus Ipul kembali menegaskan bahwa penyelesaian akan tetap melalui jalur organisasi tanpa tekanan opini publik.
Situasi internal PBNU masih dinamis. Publik menunggu langkah resmi Syuriyah dan respons Gus Yahya dalam tiga hari ke depan, sesuai batas waktu ultimatum.



