Rilis Akhir Tahun Polres Pekalongan: Lakalantas Turun Tajam, Pengungkapan Narkoba Diwarnai Baku Tembak

SalamWaras, Pekalongan – Polres Pekalongan, Polda Jawa Tengah, mencatat capaian signifikan sepanjang 2025. Angka kecelakaan lalu lintas berhasil ditekan tajam, sementara pengungkapan kasus narkoba menjadi sorotan setelah salah satu operasi berujung baku tembak dengan pelaku.

Capaian tersebut dipaparkan dalam kegiatan Rilis Akhir Tahun 2025 yang digelar di Aula Mapolres Pekalongan, Rabu (31/12/2025), dipimpin langsung Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres Kompol Muhamad Nurkholis, S.H., serta jajaran pejabat utama. Puluhan awak media turut hadir dalam agenda refleksi kinerja tersebut.

Bacaan Lainnya

Dalam paparannya, Kapolres menegaskan bahwa penurunan angka kecelakaan lalu lintas menjadi prestasi paling menonjol. Data menunjukkan, jumlah kecelakaan pada 2025 turun menjadi 209 kejadian, dibandingkan 257 kejadian pada 2024 atau menurun 18,6 persen.

“Yang paling menggembirakan, korban meninggal dunia akibat kecelakaan turun drastis hingga 75 persen, dari 8 orang pada 2024 menjadi 2 orang di 2025,” ujar AKBP Rachmad.

Di sisi lain, dinamika gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) masih fluktuatif. Kasus kriminalitas tercatat naik tipis 1 persen, dari 194 menjadi 196 kasus. Pelanggaran hukum meningkat 9,4 persen, sementara gangguan ketertiban umum melonjak 28,5 persen. Namun, mitigasi bencana dinilai efektif dengan penurunan kejadian bencana alam sebesar 31,2 persen.

Sektor pemberantasan narkoba menjadi perhatian serius. Sepanjang 2025, Polres Pekalongan menangani 52 kasus narkoba, terdiri dari 41 kasus narkotika, 4 psikotropika, dan 7 kasus obat keras berbahaya, dengan 46 kasus berhasil dituntaskan.

Salah satu pengungkapan paling menonjol adalah kasus sabu seberat 50 gram yang diwarnai aksi baku tembak.

“Dalam penggerebekan rumah pelaku oleh Satres Narkoba, terjadi perlawanan bersenjata sehingga baku tembak tidak terhindarkan. Berkat kesiapsiagaan personel, pelaku berhasil dilumpuhkan dan barang bukti diamankan,” tegas Kapolres.

Selain narkoba, Polres Pekalongan juga mencatat penyelesaian tuntas terhadap sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik. Di antaranya 10 kasus perjudian, 10 kasus persetubuhan terhadap anak, serta perkara perdagangan orang, seluruhnya dengan tingkat penyelesaian 100 persen.

Di hadapan awak media, Kapolres secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas segala kekurangan institusinya selama 2025.

“Saya memohon maaf apabila masih ada perilaku atau perkataan anggota Polri yang mencederai hati masyarakat. Pada 2026, kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, tegas terhadap pelaku kejahatan dan personel yang menyimpang, humanis dalam melayani, serta merakyat dengan selalu hadir mendengar aspirasi warga,” ucapnya.

Polres Pekalongan juga menyatakan telah mendukung penuh akselerasi program pemerintah Asta Cita, mulai dari penanaman jagung untuk swasembada pangan, penerimaan Bakomsus pertanian, hingga pembangunan gedung SPPG guna mendukung program Makan Bergizi Gratis.

Menutup rilis akhir tahun, AKBP Rachmad menyampaikan apresiasi kepada TNI, Pemerintah Kabupaten Pekalongan, serta seluruh elemen masyarakat atas sinergi yang terjalin selama ini.

“Kami mohon doa, dukungan, dan pengawasan dari rekan-rekan media, tokoh masyarakat, aktivis, dan mahasiswa agar komitmen ini tetap terjaga, demi terwujudnya Polres Pekalongan sebagai pelayan masyarakat menuju Polri yang Presisi,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *