Setelah Polemik Jejak Masa Lalu, Mantan Bupati Sinjai Resmi Diganti sebagai Direktur SDM PT Timah Tbk, Ini Sosok Penggantinya

SalamWaras, Bangka — PT Timah Tbk resmi mengumumkan perubahan struktur direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (17/12/2025).

Salah satu keputusan penting adalah berakhirnya masa jabatan mantan Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa, sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM). Posisi strategis tersebut kini digantikan oleh Ratih Mayasari, sosok profesional yang dinilai lebih tepat untuk memperkuat agenda transformasi dan pengelolaan talenta perusahaan.

Bacaan Lainnya

Pergantian ini menjadi puncak dari polemik panjang terkait keberadaan Andi Seto di kursi Direktur SDM—sebuah jabatan yang semestinya fokus pada manusia, tapi justru kerap dikaitkan dengan manuver tambang, konflik lapangan, dan pertanyaan tentang integritas tata kelola.

Jejak Polemik: Peran Direktur SDM yang Dipertanyakan

Dalam laporan investigatif Salam Waras (29 Oktober 2025), sejumlah sumber internal PT Timah mempersoalkan fokus kerja Andi Seto selama menjabat. Alih-alih memperkuat profesionalisme dan kesejahteraan pekerja, ia justru disebut lebih banyak mengurus jaringan tambang dan mitra di lapangan.

Program Pensiun Sukarela (PPS) yang diluncurkan perusahaan pun dinilai tidak transparan, menimbulkan keresahan, dan meninggalkan persoalan hak-hak pegawai.

Sejumlah kalangan mempertanyakan:
“Apakah Direktur SDM membangun manusia, atau membangun kepentingan tambang?”

Dari Sinjai ke PT Timah: Warisan Utang, Konflik, hingga Sikap Antikritik

Catatan publik tentang rekam jejak Andi Seto di Sinjai semakin mempertegas kontroversi. Masa kepemimpinannya (2018–2023) menyisakan deretan persoalan:

Utang Pemkab Sinjai kepada UMKM dan penyedia layanan, termasuk kasus “utang kue” Rp6,79 juta yang tak kunjung dibayar.

Pengakuan Kabag Umum terkait utang makan-minum sekitar Rp200 juta.

Pinjaman daerah bernilai besar: Rp185 miliar dari Bank Sulselbar dan Rp100 miliar dari PT SMI (PEN), yang hingga kini belum memiliki laporan penggunaan yang jelas.

Sikap antikritik, termasuk pelaporan warga dan intimidasi terhadap aktivis serta jurnalis.

Pola lama ini menimbulkan kekhawatiran: apakah budaya feodal justru terbawa ke ruang BUMN tambang nasional?

Konflik Tambang di Babel & Tudingan Ketimpangan Izin

Polemik makin tajam ketika DPRD Bangka Belitung menggelar RDP terkait penambang rakyat di kawasan Kepala Burung, Bukit Layang. Warga memprotes karena PT Timah memberi izin hanya kepada satu mitra, CV Tri Mustika Resource (TMR), sementara penambang lokal-tanah sendiri justru dilarang menambang.

Ketidakadilan izin ini memicu benturan hingga dugaan pengrusakan alat tambang milik warga.

“Kami dilarang menambang di tanah sendiri, tapi mitra bisa bebas tiga bulan beroperasi. Ini tidak adil,” tegas M. Daud, warga Bukit Layang.

Aktivis Bicara: “BUMN Bukan Alat Balas Jasa”

Sejumlah aktivis menilai penempatan figur kontroversial di posisi strategis BUMN justru bertentangan dengan misi Presiden Prabowo tentang reformasi BUMN dan keberpihakan kepada rakyat.

“BUMN tidak boleh menjadi tempat parkir politik atau balas jasa. Integritas pejabat publik harus dijaga,” ujar aktivis Salam Waras.

Presiden Prabowo Mengingatkan: “Negara Tidak Bisa Ditipu”

Peringatan tegas Presiden Prabowo Subianto pada 2 Juni 2025 kembali relevan:

“Jangan menganggap NKRI bisa ditipu. Segera bersihkan diri. Negara akan bertindak. Siapa pun yang tidak setia akan disingkirkan—tanpa pandang bulu.”

Pesan ini menjadi penegasan moral bagi pejabat publik di kementerian, daerah, maupun BUMN.

RUPSLB PT Timah Tbk: Ini Susunan Manajemen Baru 2025

Dalam keputusan resmi RUPSLB, berikut struktur manajemen PT Timah Tbk yang disahkan:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Agus Rohman

Komisaris Independen: Yuslih Izha

Komisaris Independen: M. Hita Tunggal

Komisaris: Rizani Usman

Komisaris: Eniya Listiani Dewi

Dewan Direksi

Direktur Utama: Restu Widiyantoro

Wakil Direktur Utama: Harry Budi Sidharta

Direktur Operasi: Handy Geniardi

Direktur Produksi dan Komersial: Ilhamsyah Mahendra

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Fina Eliani

Direktur Pengembangan Usaha: Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara

Direktur Sumber Daya Manusia: Ratih Mayasari (pengganti Andi Seto)

Catatan Salam Waras

PT Timah adalah wajah kedaulatan ekonomi bangsa. Jabatan Direktur SDM semestinya menjadi pusat kemajuan manusia dalam korporasi negara, bukan ruang manuver politik atau kepentingan tambang.

Jejak utang daerah, konflik tambang rakyat, dan lemahnya tata kelola SDM harus menjadi peringatan keras:

Kekuasaan tanpa integritas hanya melahirkan kehancuran baru.
Rakyat menunggu. Sejarah mencatat. Media mengingatkan.
Karena berpikir sehat berarti berani bicara waras.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *