Makassar, SalamWaras — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, S.H. bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar Fathur Rahim menghadiri press release pemusnahan barang bukti narkotika dan pengungkapan kasus penculikan anak di bawah umur (kasus Bilqis) di Mapolrestabes Makassar, Senin (10/11/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Makassar menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja cepat dan profesional aparat kepolisian dalam menuntaskan berbagai kasus yang meresahkan masyarakat, mulai dari peredaran narkoba hingga penculikan anak.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras aparat kepolisian. Beberapa kelompok yang sebelumnya meresahkan masyarakat sudah berhasil diamankan. Sekitar 500 personel juga telah diterjunkan untuk memastikan situasi di wilayah rawan tetap kondusif,” ujar Munafri.
Pemkot Siap Dukung Pemberdayaan Wilayah Rawan
Munafri menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar akan turun langsung membantu pemberdayaan masyarakat di wilayah rawan narkoba dan kriminalitas.
Langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi hukum agar masyarakat tidak mudah terjerat dalam tindak pidana.
“Yang paling penting adalah proses ke depan. Kami ingin memastikan bangunan dan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut memiliki legalitas yang jelas dan sesuai aturan. Pemerintah kota akan menertibkan bangunan yang tidak berizin,” tegasnya.
Kasus Bilqis Jadi Peringatan Bersama
Menyoroti kasus penculikan anak di bawah umur yang menimpa Bilqis (4 tahun), Munafri menyebut kejadian itu sebagai peringatan penting bagi seluruh pihak — baik aparat, pemerintah, maupun masyarakat.
“Kasus ini mengingatkan kita semua bahwa perlindungan anak bukan hanya tugas polisi, tapi tugas bersama — tugas pemerintah, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat. Jalur transportasi, terutama penerbangan, juga harus lebih ketat agar anak di bawah umur tidak dapat bepergian tanpa pendampingan,” ungkapnya.
Ciptakan Ruang Sosial Sehat dan Edukatif
Lebih lanjut, Munafri menekankan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat untuk membangun ruang interaksi sosial yang sehat sebagai langkah pencegahan terhadap perilaku menyimpang di lingkungan warga.
“Pemerintah harus hadir dan menciptakan ruang kegiatan bersama bagi masyarakat. Interaksi sosial yang sehat bisa mempererat hubungan antarwarga dan mencegah isolasi sosial yang kerap memicu masalah lain,” tambahnya.
Bangun Generasi Muda yang Tangguh dan Terampil
Dalam penutup sambutannya, Wali Kota Makassar menyoroti pentingnya pendidikan formal dan nonformal sebagai sarana membangun generasi muda yang berdaya saing dan mandiri.
“Tidak semua orang bisa langsung mendapat pekerjaan, tapi kita bisa memberi mereka keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan. Dengan begitu, mereka memiliki kemampuan membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan pemusnahan barang bukti narkotika oleh jajaran Polrestabes Makassar, disaksikan langsung oleh Forkopimda dan pejabat Pemerintah Kota Makassar.
Aksi tersebut menjadi simbol nyata sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam mewujudkan Makassar yang aman, bersih dari narkoba, dan ramah bagi anak-anak.





