GOWA, 28 MEI 2026 – Menyemarakkan perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Haji Adi Widodo, pemilik usaha kuliner ternama Bakso Raksasa Mas Adi yang beralamat di Jalan Poros Bontonompo, Kabupaten Gowa, kembali menggelar kegiatan penyembelihan hewan qurban. Langkah mulia ini dilaksanakan sebagai wujud nyata rasa syukur mendalam atas keberkahan dan keberhasilan usaha yang telah dibinanya selama bertahun-tahun, sekaligus bentuk kepedulian nyata terhadap sesama.
Kegiatan penyembelihan dan pembagian daging qurban berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh kehangatan kekeluargaan. Daging hewan qurban yang telah disiapkan secara khusus tersebut dibagikan secara merata dan adil kepada para karyawan yang telah setia bekerja, warga masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar lokasi usaha, serta kaum dhuafa dan kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan. Bagi H. Adi Widodo, kegiatan ini bukan sekadar memenuhi kewajiban ibadah agama, melainkan bentuk tanggung jawab sosial dan keinginan tulus untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang telah mendukung perjalanan dan kesuksesan usahanya hingga saat ini.
Pelaku utama kegiatan ini adalah H. Adi Widodo, sosok pengusaha kuliner yang dikenal luas oleh masyarakat Gowa dan sekitarnya sebagai pribadi yang rendah hati, sangat peduli, serta dermawan. Di mata warga maupun rekan-rekan awak media, beliau dikenal sebagai sosok yang terbuka, ramah, dan sangat responsif. Ia senantiasa menjaga hubungan harmonis dengan semua kalangan dan selalu berpandangan bahwa kesuksesan usaha yang diraihnya tidak terlepas dari dukungan banyak orang; oleh sebab itu, berbagi rezeki merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan. Kegiatan ini juga melibatkan para staf usaha, tokoh masyarakat setempat, serta masyarakat penerima manfaat.
Kegiatan berlangsung pada hari ini, Kamis 28 Mei 2026, berpusat di lingkungan usaha Bakso Raksasa Mas Adi yang berlokasi di Jalan Poros Bontonompo, wilayah Kabupaten Gowa. Lokasi ini menjadi pusat kegiatan penyembelihan hingga proses pendistribusian daging ke tangan masyarakat.
Bagi H. Adi Widodo, momentum Idul Adha adalah saat yang paling tepat untuk menyalurkan rasa syukur dan memperkuat nilai kemanusiaan. Kegiatan ini sejalan sepenuhnya dengan ajaran agama Islam yang sangat menekankan pentingnya berkurban dan berbagi rezeki kepada sesama makhluk.
Secara syariat, landasan utama perintah berkurban tertuang dalam Al-Qur’an Surah Al-Kautsar ayat 1–2: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” Ayat ini menjadi pedoman bahwa ibadah qurban adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan ungkapan rasa terima kasih atas segala nikmat yang diterima.
Selain itu, semangat tolong-menolong dan kepedulian juga tertuang dalam Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 2: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.”
Keutamaan berkurban juga diperkuat dengan sabda Rasulullah SAW dalam Hadits Riwayat Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi, yang menyatakan: “Tidaklah seorang hamba mempersembahkan kurban, kecuali ia akan selamat dari dosa-dosanya saat darah hewan kurban itu menetes ke tanah, dan hewan kurban itu akan menjadi kendaraannya di atas jembatan Shirath.”
Nilai-nilai inilah yang menjadi dasar kuat bagi H. Adi Widodo untuk terus melestarikan tradisi berbagi ini, meyakini bahwa keberkahan usaha akan semakin bertambah manakala dibagikan kepada orang lain.
Secara teknis, kegiatan berjalan lancar dengan melibatkan pihak-pihak berwenang dan ahli dalam proses penyembelihan agar sesuai syariat dan ketentuan berlaku. Daging yang diperoleh dikemas dan disalurkan langsung agar tepat sasaran.
Dalam keterangannya, H. Adi Widodo menyampaikan harapan tulusnya agar tradisi mulia ini dapat terus berlanjut setiap tahunnya. “Kami berusaha sebisa mungkin untuk berbagi apa yang ada. Semoga apa yang kami berikan bermanfaat, mendatangkan keberkahan untuk usaha kami, dan menjadi amal jariyah yang bernilai pahala di sisi Allah SWT,” ujarnya dengan penuh kerendahan hati.
Kegiatan ini pun meninggalkan kesan mendalam di tengah masyarakat, membuktikan bahwa nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial selalu menjadi prioritas utama di tengah kesuksesan sebuah usaha milik warga lokal Kabupaten Gowa.
Dn Tinri






