Salamwaras.com KAJEN, SALAMWARAS — Suasana penuh kebersamaan dan toleransi mewarnai kegiatan doa bersama lintas agama yang digelar di Pendopo Kabupaten Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman agama, keyakinan, dan latar belakang yang ada di Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan fisik dan ekonomi. Menurutnya, pembangunan juga harus dibarengi dengan penguatan nilai agama dan karakter generasi muda.
“Generasi muda tidak bisa berjalan dengan baik tanpa agama. Agama menjadi salah satu pondasi penting dalam membentuk karakter, moral, dan arah kehidupan,” ujarnya.
Ia menegaskan, perbedaan yang ada di tengah masyarakat bukan alasan untuk saling menjauh. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan yang terus dipupuk bersama.
“Perbedaan adalah sesuatu yang harus kita pupuk bersama. Jangan sampai perbedaan menjadi sumber perpecahan. Justru dari perbedaan itulah kita bisa membangun kebersamaan,” tegasnya.
Doa bersama lintas agama tersebut juga menjadi simbol bahwa kehidupan masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat terus berjalan dalam suasana rukun, saling menghormati dan menjaga toleransi.
Momentum Hari Jadi Kabupaten Pekalongan diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah membutuhkan persatuan seluruh elemen masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan, generasi muda diharapkan mampu menjadi penerus yang memiliki karakter kuat, menghargai perbedaan serta ikut menjaga kondusivitas Kabupaten Pekalongan.Berbeda bukan alasan untuk terpecah. Berbeda adalah kekuatan yang harus dirawat bersama. (Londo)





