MAKASSAR – Pelayanan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Sentosa Makassar di Jalan Jenderal Sudirman menjadi sorotan setelah seorang keluarga mengaku mengalami penolakan saat membawa anak yang sedang mengalami demam tinggi dan membutuhkan penanganan medis.
Menurut keterangan narasumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, peristiwa tersebut bermula ketika pihak keluarga membawa seorang anak ke Instalasi Gawat Darurat (UGD) RSIA Sentosa Makassar untuk mendapatkan pemeriksaan karena mengalami demam tinggi hingga mencapai 39 derajat Celsius.
Namun, setibanya di rumah sakit, keluarga tersebut mengaku tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana yang mereka harapkan.
“Awalnya kami ke Rumah Sakit Sentosa untuk memeriksakan adik kami yang sedang demam tinggi, panasnya mencapai 39 derajat Celsius. Setibanya kami di UGD, justru kami tidak mendapatkan pelayanan yang baik atau tidak sesuai SOP RSIA Sentosa,” ujar narasumber.
Ia mengatakan, pihak rumah sakit kemudian menyampaikan alasan bahwa tidak terdapat kamar kosong untuk pasien tersebut.
Namun, menurut narasumber, dirinya sempat melihat adanya kamar yang masih kosong di lantai dua. Pihak rumah sakit kemudian disebut menjelaskan bahwa ruangan tersebut bukan diperuntukkan bagi pasien bayi atau anak, melainkan untuk pasien dewasa.
Selain itu, keluarga pasien juga disebut mendapat penjelasan bahwa kondisi ibu dari anak tersebut sedang sakit sehingga tidak dapat menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
“Katanya tidak ada kamar kosong. Tetapi setelah saya mengecek di lantai dua masih ada kamar kosong. Pihak rumah sakit mengklaim ruangan tersebut bukan untuk perawatan bayi, melainkan untuk orang dewasa. Pihak rumah sakit juga menyampaikan bahwa ibu dari anak tersebut sedang sakit sehingga tidak bisa dirawat di sini,” ungkapnya.
Keluarga pasien mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Mereka berharap rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat, khususnya pasien anak yang membutuhkan penanganan medis.
“Jangan ki membangun rumah sakit kalau tidak mau melayani. Kami datang karena kami sakit, kami butuh pelayanan karena kami ingin sembuh,” tegas narasumber.
Ia juga meminta instansi terkait untuk turun tangan dan melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penolakan pelayanan tersebut. Menurutnya, langkah tersebut penting agar kejadian serupa tidak kembali dialami pasien lain.
“Kami sangat berharap pihak yang terkait dapat memberikan sanksi atau tindakan tegas terhadap RSIA Sentosa Makassar agar ke depannya tidak ada lagi pasien yang merasa dirugikan oleh rumah sakit tersebut,” pungkasnya.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari manajemen RSIA Sentosa Makassar terkait dugaan penolakan pasien tersebut. Pihak rumah sakit perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan mengenai kronologi, kondisi medis pasien, ketersediaan tempat tidur, serta prosedur pelayanan yang diterapkan pada saat kejadian.





