Polsek Mariso Sidak HP Personel, Pastikan Tak Ada yang Terjerat Judi Online

MAKASSAR – Komitmen memberantas praktik judi online (judol) di lingkungan internal Polri kembali ditegaskan. Polsek Mariso melalui Unit Propam menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap telepon seluler seluruh personel usai apel pagi, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Mapolsek Mariso dan dipimpin langsung Kanit Provost Polsek Mariso, Aiptu Ady A. Mappiggau. Pemeriksaan dilakukan secara satu per satu terhadap perangkat telepon seluler milik anggota.

“Sidak ini bentuk pengawasan melekat. Kami tidak ingin ada personel yang terjerat judol. Kalau ditemukan, akan langsung kami tindak dan limpahkan ke Propam Polrestabes Makassar,” tegas Aiptu Ady.

Menurutnya, judi online menjadi salah satu ancaman serius yang tidak hanya dapat menimbulkan kerugian secara ekonomi, tetapi juga berpotensi mencoreng nama baik dan marwah institusi Polri.

“Kami belajar dari kasus-kasus yang terjadi. Awalnya coba-coba, lama-lama terlilit utang dan bisa melakukan tindakan yang mencoreng nama baik Polri,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas tidak hanya mengecek aplikasi yang terpasang pada perangkat. Riwayat peramban (browser) serta jejak transaksi digital turut menjadi bagian dari pemeriksaan.

Dari hasil sidak, petugas menyatakan tidak menemukan aplikasi judi online pada telepon seluler personel Polsek Mariso.

Aiptu Ady menegaskan, kegiatan serupa akan dilakukan secara berkala sebagai langkah pencegahan sekaligus pengawasan terhadap seluruh anggota.

“Ini langkah preventif agar seluruh personel tetap disiplin dan bersih,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Mariso Kompol Mahrus Ibrahim, S.Sos., MH., telah menginstruksikan agar setiap apel jam pimpinan terus disampaikan imbauan mengenai bahaya judi online kepada seluruh personel.

Ia juga mengingatkan anggota maupun masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah tergiur dengan permainan yang menawarkan keuntungan instan.

“Kami imbau anggota dan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial. Jangan sampai terjerat permainan yang awalnya terlihat seperti game, tapi ujungnya judi,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *