BREAKING NEWS: Dinkes Pekalongan Turunkan Layanan VCT Mobile, 10 Pemandu Lagu Jalani Pemeriksaan HIV

PEKALONGAN, SALAMWARAS.COM — Upaya pencegahan HIV/AIDS tidak cukup hanya melalui imbauan. Akses pemeriksaan yang mudah, edukasi yang berkelanjutan, serta jaminan kerahasiaan menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan masyarakat.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan melalui Puskesmas Kajen II melaksanakan layanan konseling dan tes sukarela atau Voluntary Counseling and Testing (VCT) secara keliling di sejumlah lokasi hiburan malam di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jumat (30/10/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut merupakan langkah deteksi dini HIV/AIDS sekaligus upaya pencegahan infeksi menular seksual (IMS) melalui pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Jemput Bola, Bukan Menunggu Pasien Datang

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa layanan VCT mobile ditujukan untuk menjangkau kelompok masyarakat yang mungkin menghadapi hambatan mengakses pemeriksaan di puskesmas maupun rumah sakit, termasuk karena pertimbangan privasi dan kenyamanan.

Melalui pendekatan jemput bola, petugas kesehatan hadir langsung di lokasi untuk memberikan layanan pemeriksaan, konseling, dan edukasi tentang HIV/AIDS.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 10 orang pemandu lagu menjalani pemeriksaan VCT. Seluruh layanan diberikan secara gratis dengan mengedepankan kerahasiaan hasil pemeriksaan dan perlindungan privasi peserta sesuai ketentuan yang berlaku.

Petugas medis juga memberikan pemahaman mengenai cara penularan HIV, langkah pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Bagi peserta dengan hasil skrining reaktif, petugas akan mengarahkan pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur medis untuk memastikan status diagnosis dan menentukan penanganan yang diperlukan.

Hasil skrining reaktif tidak serta-merta menjadi diagnosis pasti HIV. Karena itu, kerahasiaan, ketepatan pemeriksaan, dan pendampingan medis harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan.

Kesehatan Publik Harus Bebas Stigma

Pihak pengelola dan pekerja di lokasi hiburan malam menyambut baik pelaksanaan layanan tersebut. Mereka berharap program serupa dapat dilakukan secara berkala agar kesadaran mengenai kesehatan seksual dan pencegahan penyakit menular semakin meningkat.

Dinkes Kabupaten Pekalongan berencana memperluas jangkauan layanan VCT mobile ke sejumlah wilayah lain yang dinilai strategis.

Langkah tersebut penting, mengingat pencegahan HIV/AIDS membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, pengelola usaha, dan masyarakat. Pemeriksaan dini, edukasi yang benar, serta akses pengobatan harus berjalan beriringan.

Namun, upaya kesehatan masyarakat juga harus dijalankan tanpa pelabelan atau diskriminasi terhadap kelompok tertentu. Setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang manusiawi, aman, dan menjaga kerahasiaan identitasnya.

Pesan Moral Salam Waras

Pencegahan lebih baik daripada penanganan ketika penyakit telah berkembang. Tetapi pencegahan tidak boleh dibangun di atas rasa takut, stigma, atau penghakiman terhadap seseorang.

Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk memeriksakan diri, keterbukaan terhadap edukasi kesehatan, serta tanggung jawab bersama dalam memutus rantai penularan.

Salam Waras — Sehat bukan sekadar urusan pribadi, melainkan tanggung jawab bersama. Lindungi kesehatan, jaga martabat manusia, dan lawan stigma dengan pengetahuan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *