Salam Waras, Jakarta — Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) mengumumkan seruan aksi akbar bertajuk “Aksi Bersama Rakyat Menyelamatkan Bangsa dan Negara dari Persekongkolan yang Menggerogoti Negeri” pada Selasa, 9 Desember 2025.
Titik kumpul ditetapkan di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta.
Menurut inisiator gerakan, Jacob Ereste, aksi ini merupakan ekspresi kekecewaan rakyat atas berbagai persoalan hukum yang dinilai tak kunjung menemukan kejelasan penyelesaian, terutama menyangkut kasus-kasus yang berdampak luas pada kehidupan masyarakat.
“Kesabaran publik sudah terkuras. Negeri ini seolah dikapling dan dikuasai segelintir pihak yang abai terhadap penderitaan rakyat,” ujar Jacob dalam keterangannya. Sabtu 6 Desember 2025
ARM menilai, sejumlah kebijakan dan proyek yang diklaim strategis justru memicu konflik baru di akar rumput—mulai dari perluasan konsesi lahan, pembukaan kawasan hutan untuk kelapa sawit, hingga proyek yang menggusur ruang hidup masyarakat pesisir dan petani. Mereka mendesak pemerintah serta aparat penegak hukum menegakkan aturan secara adil tanpa pandang bulu.
Jacob menyebut, aksi 9 Desember akan menjadi penanda perlawanan rakyat terhadap praktik-praktik yang dianggap tidak berpihak kepada kepentingan publik. Ia menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar demonstrasi seremonial, melainkan tuntutan agar negara hadir kembali untuk rakyat.
“Penegakan hukum tidak boleh berhenti di meja politik. Jika keadilan terus mandek, rakyat akan memilih turun tangan menyuarakan hak-haknya,” tegasnya.
ARM mengklaim seruan aksi ini telah mendapat sambutan dari berbagai elemen masyarakat di sejumlah daerah yang menyatakan siap bergabung. Panitia juga menyiapkan posko penampungan sementara bagi peserta dari luar Jakarta yang tiba lebih awal sebelum aksi dimulai.
Menutup seruannya, Jacob berharap aksi ini menjadi momentum koreksi besar terhadap situasi kebangsaan yang dinilai semakin mengkhawatirkan, sekaligus dorongan agar pemerintah memperbaiki tata kelola kekuasaan yang benar-benar menempatkan rakyat sebagai prioritas utama.






