Publik Desak APH Usut “Big Bos” Tambang Ilegal!, Nama Popo Disorot, Cecep Meradang?

SalamWaras, Bangka Belitung — Desakan publik agar aparat penegak hukum mengungkap aktor besar di balik bisnis tambang timah ilegal terus menguat.

Nama pengusaha asal Sungailiat, Popo, kembali mencuat setelah temuan lapangan dianggap berkaitan dengan pergerakan alat berat di sejumlah titik tambang ilegal di Pulau Bangka.

Bacaan Lainnya

Gelombang razia tambang di Lubuk Besar disebut masyarakat belum menyentuh “pengendali dari balik layar”.

“Cari Big Bos-nya! Jangan cuma kuli tambang ditangkap,” demikian tuntutan publik yang mengemuka.

Temuan Lapangan: Gudang Diduga Pool Alat Berat

Investigasi lapangan menemukan sebuah lahan luas yang difungsikan sebagai penyimpanan alat berat. Dokumentasi menunjukkan:

  • Beberapa unit mobil
  • Excavator Hitachi
  • Area yang menyerupai pool operasional

Seorang narasumber—identitas dirahasiakan—menyebut lokasi tersebut terhubung dengan alat berat yang bergerak di area tambang ilegal dari Lubuk Besar hingga Hutan Lindung Merapen.

“Itu gudang alat berat Popo. Kalau tak beroperasi, alat disimpan di sana,” ujarnya singkat.

Temuan ini memperkuat desakan publik agar jalur logistik alat berat ditelusuri hingga tuntas.

Razia Lubuk Besar Dorong Pencarian Aktor Utama

Operasi penertiban di Lubuk Besar mengamankan barang bukti dan sejumlah pelaku lapangan. Namun publik menilai langkah tersebut masih jauh dari cukup.

Nama “Big Bos Popo” beredar luas dalam percakapan publik—meski belum pernah dinyatakan resmi oleh aparat.

Bantahan Popo: Tidak Punya Bisnis Timah, Tidak Punya Alat Berat

Dalam pemberitaan dua tahun terakhir, nama Popo beberapa kali dikaitkan dengan:

  • Kasus 32 ton timah ilegal di Belitung
  • Temuan alat berat di Hutan Lindung Merapen
  • Dugaan jejaring logistik tambang ilegal

Popo membantah keras seluruh tuduhan, menyatakan bahwa ia:

  • Tidak memiliki bisnis timah
  • Tidak memiliki alat berat
  • Menilai tudingan yang beredar tidak berdasar

Justru karena itu, masyarakat meminta aparat menguji seluruh dugaan secara terang.

Pernyataan Kuasa Tambang/tangan Kanan Bos Popo sekaligus kesan intervensi media.

Cecep Gunawan, yang mengatasnamakan diri sebagai Kuasa tambang/tangan Kanan Popo, merespons tajam ketika dikonfirmasi.

Ia menantang klarifikasi langsung dan mempertanyakan legalitas media.

Kutipannya disampaikan lengkap sebagaimana diterima redaksi:


“Boleh kita ketemuan langsung saja. Mau dijawab langsung… wawancara berhadapan agar publik tahu media apa, redaksinya siapa, berbadan hukum atau tidak. Ayo ketemuan. Tak usah pulang lagi ke Bangka, sekalian…” tulisnya

Pada 8 Desember, percakapan WhatsApp menunjukkan pola tekanan beruntun dari seorang bernama Cecep Bangka. Ia membuka komunikasi dengan sindiran mengenai urusan pihak lain:

“Terus ngapain juga ngurusin kandangnya orang lain.” (18.21)

Setelah itu, nada pesan meningkat. Cecep menuntut identitas pribadi sambil mendorong pertemuan langsung:

“ID-mu mana biar jelas ketemuan nanti.” (18.34), Ya mana ID atau KTP-mu?” (18.35), “Biar jelas siapa kamu dan profesimu.” (18.37)

Tak berhenti di situ, ia menuding lawan bicara sebagai penipu yang mengaku wartawan: “Nanti cuma penipu yang ngaku-ngaku wartawan lagi.” (18.38)

Cecep juga meminta lokasi secara real time: “Coba sharelok sekarang.” (18.39)

Ketika tidak mendapatkan respons sesuai tekanannya, ia menutup rangkaian pesan dengan cacian: “Pengecut.” (18.45)

Redaksi menegaskan hak jawab dan klarifikasi terbuka seluas-luasnya bagi Popo maupun kuasanya.

Isu tambang ilegal juga bersinggungan dengan komitmen Presiden RI yang menegaskan bahwa sektor pertambangan harus bersih dari mafia dan praktik backing.

Presiden menegaskan:

“Tidak boleh ada yang kebal hukum. Jangan ada yang merasa dilindungi atau membackingi pelanggaran di sektor pertambangan.”

Pernyataan ini memperkuat harapan publik bahwa siapa pun aktornya, proses hukum harus berjalan objektif.

Desakan Publik kepada APH: Usut sampai ke Akar

Masyarakat meminta Satgas, Kejati, Polda hingga Polres untuk:

  1. Menelusuri kepemilikan gudang dan alat berat
  2. Mengaudit alur operasional alat berat di titik-titik tambang
  3. Mencocokkan temuan lapangan dengan lokasi tambang ilegal
  4. Memeriksa seluruh pihak yang beririsan
  5. Menyasar aktor utama bila bukti mengarah

Arah desakan publik tegas:
bongkar pengendali, bukan hanya pekerja lapangan.

Sikap Redaksi: Mengawal, Bukan Menghakimi

  • Popo tidak pernah ditetapkan sebagai tersangka
  • Seluruh temuan masih berupa indikasi
  • Prinsip praduga tak bersalah adalah keharusan

Redaksi akan terus membuka ruang hak jawab serta memastikan pemberitaan berdasarkan fakta terverifikasi.

Siapa Pengendali Besar Tambang Ilegal?

Temuan gudang alat berat, dinamika razia, dan pesan Presiden menjadi penanda bahwa penindakan memasuki fase baru. Publik menunggu kepastian: siapa sebenarnya yang mengendalikan bisnis tambang ilegal skala besar ini?

Jika dugaan mengarah pada sosok tertentu — usut tuntas, profesional, tanpa pandang bulu.
Redaksi akan terus mengawal hingga fakta hukum menjawab seluruh polemik.

Berita ini diterbitkan, Popo dikonfirmasi langsung namun belum memberikan jawaban hingga saat ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *