Mempawah, Kalbar — Sebuah kecelakaan laut kembali mengguncang wilayah perairan Kabupaten Mempawah.
Kapal nelayan KM Borneo mengalami kecelakaan tunggal dan tenggelam setelah menabrak tiang pancang besi bekas dermaga bongkar muat milik PT EUP yang diduga ditinggalkan tanpa penanda keselamatan pelayaran. Insiden terjadi di Perairan Kijing, Sungai Kunyit, Sabtu (20/12/2025) pukul 10.00 WIB.
Kecelakaan ini terjadi di jalur pelayaran aktif yang kerap dilintasi nelayan setempat. Tiang pancang besi yang masih tertanam di dasar perairan dan nyaris tidak terlihat diduga menjadi penyebab utama kecelakaan.
Fakta Kejadian
Korban jiwa: Nihil.
Tuntutan Korban dan Sorotan Keselamatan Pelayaran Korban menilai keberadaan tiang pancang besi bekas dermaga PT EUP tanpa tanda navigasi merupakan kelalaian serius dan menjadi sumber bahaya fatal bagi nelayan.
Pihak korban secara tegas meminta PT EUP untuk:
Mengganti seluruh kerugian atas tenggelamnya KM Borneo.
Mencabut dan membersihkan seluruh tiang pancang/sisa konstruksi yang masih tertinggal di jalur pelayaran Sungai Kunyit.
Memasang rambu navigasi dan peringatan keselamatan sesuai ketentuan hukum pelayaran yang berlaku.
Kejadian ini menambah daftar panjang keluhan nelayan terhadap sisa-sisa konstruksi perusahaan di perairan yang tidak ditertibkan.
Selain merugikan, kondisi ini dinilai telah mengancam keselamatan jiwa para nelayan yang bergantung pada jalur pelayaran tersebut.
Ajakan Transparansi dan Penegakan Aturan
Pihak korban berharap instansi berwenang, termasuk Syahbandar, KSOP, dan aparat terkait lainnya segera menindaklanjuti secara profesional dan berkeadilan, demi memastikan kejadian serupa tidak terulang. Keselamatan pelayaran merupakan kewajiban hukum setiap pemilik bangunan dan instalasi di wilayah perairan.
Waktu & Lokasi Kejadian
Sabtu, 20 Desember 2025 — sekitar pukul 10.00 WIB di Perairan Kijing, Kecamatan Sungai Kunyit, Mempawah.
Korban
Nahkoda kapal, Muhardi (46), warga Gang Siaga Tengah, Sungai Pinyuh. Berhasil selamat setelah satu jam terapung di laut.
Kapal yang Terlibat
KM Borneo, 10 GT, alat tangkap jaring dan pancing.
Kronologi Kecelakaan
Kapal KM Borneo berangkat dari Sungai Raya pukul 06.30 WIB menuju Semudun untuk perbaikan kapal. Setelah melewati Pelabuhan Kijing dan mendekati area bekas dermaga Wilmar, kapal menabrak tiang pancang besi bekas struktur milik PT EUP.
Benturan keras membuat lambung kapal bocor parah hingga akhirnya tenggelam. Dalam keadaan darurat, nahkoda Muhardi melompat dari kapal dan bertahan menggunakan fiber ikan selama ±1 jam di laut terbuka.
Sekitar pukul 11.00 WIB, seorang nelayan Sungai Kunyit bernama Kevin menemukan korban dan segera melaporkannya ke Pos Babinpotmar Sungai Kunyit. Personel bergerak cepat melakukan evakuasi hingga akhirnya Muhardi berhasil diselamatkan pukul 11.25 WIB dalam kondisi selamat.
Kerugian
Kerugian materiil: Satu unit KM Borneo tenggelam dengan estimasi kerugian ± Rp250 juta.
Editor: DM MPGI
Sungai Kunyit, 20 Desember 2025






