Gowa_ Kantor bupati gowa di demo sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat dan Pemuda (PEMDA) Gowa. jum’at (27/02/2026).
Pemerintah Kab. Gowa kembali disorot sejumlah Aktivis dipicu karena permasalahan Ritel modern yang menjamur di Kab. Gowa.
Apa yang mendasari gelombang protes tersebut, ternyata dipicu karena penggusuran yang dilakukan satpol PP Gowa terhadap Pedagang kaki lima (PKL).
Hendra, Koordnator Massa Aksi menuturkan bahwa jikalau memang penggusuran dilakukan dengan dalih aturan, berarti Toko ritel Modern dalam hal ini (Alfamart, Alfamidi, dan Indomaret) yang tidak punya izin juga harus di segel atau ditutup.
Fakta dilapangn justru berbeda, Ritel modern semakin menjamur disejumlah titik dikabupaten Gowa, lalu pedagang kecil di razia. Tutur hendra.
Jendral lapangan, Nurhidayat mengatakan entah bagaimana mekanismenya tapi kami lihat cara pemerintah mengambil kebijakan ini lucu, maksud saya bagaimana kami masyarakat kab. Gowa mau berkembang, memiliki daya saing secara kemandirian ekonomi. Sementara pemerintah membuka keran bagi perusahaan raksasa seperti Alfamart ini.
“Lebih lucunya lagi Hasil RDP di DPRD Gowa itu ternyata masih banyak gerai yang diduga belum lengkap izinnya tapi sudah beroperasi, terus apa bedanya dengan pedagang kecil yang kau gusur ini?” Tambah nur sapaan akrabnya.
saat ini belum ada respon resmi dari pihak terkait, menganai masalah tersebut hingga berita ini dinaikkan






