SAMBAR.ID, PEMALANG — Di tengah tuntutan kualitas konstruksi yang kian tinggi, peningkatan keterampilan tenaga kerja tak lagi menjadi pilihan, melainkan keharusan.
Menjawab kebutuhan itu, CV Rimba Kencana kembali menggelar pelatihan pemasangan rangka atap baja ringan secara gratis—sebuah langkah konkret yang patut diapresiasi, sekaligus diuji dampaknya di lapangan.
Pelatihan akan digelar pada Jumat, 24 April 2026, di Rumah Makan Prima Spesial Kepiting, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Fokusnya bukan sekadar teori, tetapi praktik langsung sistem Ecoclip—teknologi pemasangan baja ringan tanpa baut (boltless) yang diklaim lebih tahan bocor dan kuat menghadapi tekanan angin.
Direktur CV Rimba Kencana, Faiz, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen menjaga standar profesional di sektor konstruksi.
Lebih dari 20 tahun berkecimpung di bidang ini, pihaknya mengaku tak ingin hanya bertahan, tetapi juga mendorong transformasi keterampilan para tukang dan aplikator di lapangan.
“Ini bukan hanya pelatihan, tapi upaya peningkatan kualitas kerja. Teknologi berkembang, tenaga kerja juga harus naik kelas,” ujarnya.
Namun di balik jargon peningkatan skill, realitas di lapangan kerap berbicara lain.
Banyak proyek konstruksi masih diwarnai pemasangan asal jadi, minim standar keselamatan, hingga lemahnya pengawasan teknis. Di titik inilah pelatihan semacam ini diuji: apakah mampu melahirkan tenaga kerja yang benar-benar kompeten, atau sekadar menjadi seremoni berbagi sertifikat?
Pelatihan ini juga menjanjikan sertifikat dari Himpunan Aplikator Pemasang Atap Indonesia (HAPI), yang bisa menjadi nilai tambah bagi peserta dalam menembus pasar kerja yang semakin kompetitif.
Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan digelar tanpa biaya. Peserta cukup mendaftar melalui panitia dan hadir dengan kesiapan belajar. Ini membuka peluang luas, terutama bagi tukang lokal yang selama ini bekerja dengan keterbatasan akses pelatihan formal.
Langkah CV Rimba Kencana patut dilihat sebagai sinyal bahwa sektor swasta masih bisa mengambil peran dalam peningkatan kualitas SDM. Namun ke depan, konsistensi dan dampak nyata di lapangan akan menjadi tolok ukur sesungguhnya.
Sebab membangun atap bukan sekadar soal rangka baja—tetapi juga tentang membangun standar, keselamatan, dan masa depan tenaga kerja konstruksi itu sendiri.






