SalamWaras, Pekalongan – Di tanah Kabupaten Pekalongan, ada yang pelan-pelan runtuh—bukan gedung, bukan jalan, tapi kepercayaan rakyat.
Kebijakan penempatan ASN yang jauh dari akal sehat kini jadi luka bersama. Pegawai dipindah jauh dari rumah, jauh dari logika, bahkan jauh dari nurani pelayanan.
Mereka berangkat pagi dalam letih, pulang petang dalam lelah. Lalu negara berharap pelayanan tetap prima?
Salam waras… ini bukan soal disiplin. Ini soal keadilan.
LSM Kajen Community sudah bersuara. Mereka tidak sedang mencari panggung, tapi sedang mengetuk kesadaran. Bahwa birokrasi bukan tempat eksperimen kebijakan yang mengorbankan rakyat.
Jarak tempuh yang panjang bukan hanya soal kilometer. Itu soal:
Waktu yang hilang
Energi yang terkuras
Pelayanan yang terpangkas
Dan ujungnya? Rakyat yang menunggu—lebih lama, lebih rumit, lebih kecewa.
Ketua mereka, Agus Bambang Subandi, bicara tegas: ASN yang kompeten harus dikembalikan ke tempat yang tepat. Bukan dipinggirkan oleh kebijakan yang tak berpijak pada kebutuhan publik.
Salam waras… jabatan bukan alat balas jasa.
Ketika pegawai berpengalaman disingkirkan, ketika yang tak siap justru didorong ke depan, maka yang runtuh bukan hanya sistem—tapi kepercayaan.
Kini bola ada di tangan Plt. Bupati, Sukirman. Ini bukan sekadar melanjutkan warisan, tapi menentukan arah: memperbaiki, atau membiarkan kerusakan terus berjalan.
Karena rakyat tidak butuh alasan.
Rakyat butuh pelayanan.
Karena birokrasi bukan milik penguasa.
Ia milik mereka yang dilayani.
Salam waras… kembalikan ASN ke tempatnya. Kembalikan negara ke akalnya.






