Aliansi Nilai Klarifikasi Mursalim DG Sila Belum Sentuh Pokok Persoalan, Desak Fenny Frans Jelaskan Langsung

MAKASSAR, 15 OKTOBER 2026 — Aliansi Mahasiswa, Wartawan, dan Praktisi Hukum menilai klarifikasi yang disampaikan Mursalim DG Sila terkait polemik pernyataan istrinya, Fenny Frans, dinilai belum menyentuh inti persoalan. Aliansi pun mempertanyakan tuntutan keberimbangan pemberitaan di tengah kesulitan awak media memperoleh akses klarifikasi langsung kepada Fenny Frans.

Aliansi Mahasiswa, Wartawan, dan Praktisi Hukum mengeluarkan sikap resmi menanggapi klarifikasi Mursalim DG Sila terkait pernyataan Fenny Frans yang bernada menantang awak media dan pengacara dalam siaran langsung di TikTok. Aliansi menegaskan klarifikasi tersebut belum menjelaskan konteks pernyataan yang dipersoalkan dan justru dinilai mengaburkan persoalan.

– Aliansi Mahasiswa, Wartawan, dan Praktisi Hukum
– Mursalim DG Sila (suami Fenny Frans)
– Fenny Frans (pihak yang pernyataannya dipersoalkan)
– Sejumlah awak media dan jurnalis

Polemik bermula dari siaran langsung TikTok, sementara tanggapan disampaikan di Makassar dan menjadi perbincangan publik secara luas di media sosial maupun pemberitaan media daring.

Pernyataan Fenny Frans muncul dalam siaran langsung TikTok sebelumnya, dan sikap aliansi disampaikan pada pekan ini, hingga berita disusun pada 15 Oktober 2026.

Inti keberatan bukanlah siapa yang berada di samping Fenny Frans, melainkan nada dan muatan pernyataan yang muncul setelah seorang warganet menyinggung keberadaan wartawan dan pengacara dalam siaran langsung tersebut. Klarifikasi yang ada dinilai justru menggeser pembahasan ke ranah lain tanpa menjelaskan konteks pernyataan yang dipersoalkan. Selain itu, tuntutan keberimbangan pemberitaan dinilai sulit dipenuhi ketika awak media justru kesulitan menghubungi pihak terkait untuk dimintai keterangan.

Bagaimana proses dan sikap aliansi
Aliansi menegaskan prinsip keberimbangan pemberitaan memang penting, namun harus dibarengi keterbukaan akses informasi. Selama ini sejumlah media telah berupaya menghubungi Fenny Frans maupun pihak terdekat namun belum berhasil memperoleh penjelasan langsung. Aliansi mendesak agar Fenny Frans sendiri tampil menjelaskan konteks ucapannya secara langsung. Jika diperlukan, pihak yang pertama kali menyinggung keberadaan wartawan dalam kolom komentar juga dimintai keterangan agar utuh. Aliansi juga mengingatkan persoalan yang sedang dalam penanganan pihak berwajib tidak boleh dicampuradukkan dengan pernyataan di ruang publik, agar substansi kritik tidak tergeser menjadi perdebatan antarsesama jurnalis. Keberatan ini bukanlah vonis hukum, melainkan upaya menempatkan persoalan secara proporsional dan objektif berdasarkan fakta yang ada.

Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Mursalim DG Sila maupun Fenny Frans guna menjaga keberimbangan pemberitaan sesuai prinsip jurnalistik.tutupnya(*)

TIM INVESTIGASI

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *