SalamWaras, Pekalongan — Cuaca ekstrem kembali memicu kepanikan warga Kabupaten Pekalongan. Selasa (18/11/2025)
Di Desa Kaliombo, Kecamatan Paninggaran, rumah milik Nenek Carumi berada dalam situasi genting setelah talud penahan tanah di samping rumahnya rusak berat dan terus tergerus hujan.
Hujan deras yang hampir setiap hari mengguyur wilayah tersebut selama beberapa minggu terakhir memperparah keretakan talud.
Bagian rumah kini menggantung di bibir tebing, menyisakan ancaman longsor yang bisa terjadi kapan saja.
Kondisi itu membuat Nenek Carumi, seorang lansia, tidak dapat tidur nyenyak setiap malam, diliputi rasa takut jika tanah di bawah rumahnya tiba-tiba amblas.
Warga sekitar mengungkapkan bahwa bukan hanya rumah Nenek Carumi yang terancam; sejumlah rumah lain di sepanjang jalur rawan longsor juga berada dalam kondisi serupa.

Namun hingga kini, mereka menilai belum ada langkah cepat dari pemerintah, meski permohonan bantuan telah diajukan berkali-kali.
“Sudah beberapa kali kami ajukan laporan. Tapi rasanya seperti harus menunggu ada korban dulu baru bergerak,” ungkap seorang warga yang kesal melihat risiko yang terus dibiarkan.
Situasi ini memerlukan respons darurat dari pemerintah daerah dan pihak terkait. Peninjauan lapangan, perbaikan talud, hingga relokasi sementara bagi warga di titik kritis dinilai sebagai langkah yang tidak bisa ditunda lagi.
Menunggu bencana terjadi hanya akan memperbesar kerugian dan mengancam keselamatan warga.
Dengan musim hujan yang masih panjang, keselamatan masyarakat—terutama kelompok rentan seperti Nenek Carumi—harus menjadi perhatian utama.
Upaya mitigasi cepat sangat dibutuhkan agar potensi bencana ini tidak berubah menjadi tragedi yang seharusnya dapat dicegah.






