Salamwaras — Pekalongan.
Unjuk rasa warga Desa Randumuktiwaren, Kecamatan Bojong, kembali memanas siang ini. Aksi yang menuntut klarifikasi dugaan penyalahgunaan dana desa dan hilangnya aset desa itu terlihat didominasi emak-emak, bahkan sejumlah anak-anak ikut berada di lokasi, membuat situasi semakin ramai dan penuh perhatian publik.
Massa bergerak menuju kantor desa sambil membawa spanduk besar berisi protes. Di tengah kerumunan, emak-emak menjadi motor utama aksi, terus meneriakkan agar kepala desa keluar menemui warga.
“Iki hak rakyat! Kepala desa kudu metu!” teriak salah satu emak-emak yang memimpin barisan depan.
Kehadiran anak-anak di sekitar lokasi aksi membuat aparat keamanan bertindak ekstra hati-hati. Personel TNI dan Polri tampak melakukan pengawalan ketat, memastikan tidak terjadi dorongan massa ataupun situasi yang membahayakan warga.
Aksi yang diwarnai dandutan ini menunjukkan tingkat kemarahan warga yang sudah “mauk”—istilah setempat untuk menggambarkan kegeraman yang memuncak.
Hingga berita ini disiarkan, Kepala Desa belum muncul untuk memberi pernyataan. Warga menegaskan bahwa mereka akan tetap bertahan hingga pemerintah desa memberikan klarifikasi terbuka mengenai:
Dugaan penyalahgunaan dana desa,
Aset desa yang dipersoalkan,
Proses pengangkatan Kadus 5 yang dianggap tidak sesuai ketentuan.
Situasi di Randumuktiwaren masih dinamis.
Update menyusul.






