Kemarau Bikin Sumur Warga Mengering, Polres Pekalongan Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih

Salamwaras. com Polres Pekalongan – Polda Jateng – Musim kemarau mulai membuat sebagian warga Kabupaten Pekalongan kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi itu dirasakan warga Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, yang mayoritas masih mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Polres Pekalongan turun tangan. Sebanyak 20.000 liter air bersih disalurkan kepada warga Desa Pegaden Tengah, Kamis (10/9/2026).

Bantuan air bersih tersebut didistribusikan menggunakan dua truk tangki, masing-masing berkapasitas 10.000 liter. Penyaluran dipusatkan di halaman Mushola Al Hikmah, Desa Pegaden Tengah RT 005/RW 002.

Air bersih itu diperuntukkan bagi warga RT 005/RW 002 dan RT 006/RW 002. Sedikitnya 125 kepala keluarga (KK) terdampak mendapat manfaat dari bantuan tersebut.

Kegiatan dihadiri Kabagops Polres Pekalongan Kompol Guno Trihandoyo, S.T., M.H., Kasitrantibum Kecamatan Wonopringgo Widiyanto yang mewakili Camat Wonopringgo, Kapolsek Wonopringgo AKP Adhi Agung P., A.Md., Danramil Wonopringgo Kapten Inf. Eko Sulistyo, Kepala Desa Pegaden Tengah Ahmad Rofiq, serta Ketua RT 006/RW 002 Siswoyo dan Ketua RT 005/RW 002 Nadhirin.

Bagi warga, bantuan tersebut menjadi angin segar di tengah sulitnya memperoleh air bersih. Sumur yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari mulai terdampak kondisi kemarau.

Kabagops Polres Pekalongan Kompol Guno Trihandoyo mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat, khususnya warga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar akibat musim kemarau.

“Kami hadir untuk membantu masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan ini memang tidak menyelesaikan persoalan secara permanen, tetapi setidaknya dapat meringankan kebutuhan warga selama kondisi kemarau,” ujarnya.

Menurut Guno, kepolisian bersama pemerintah dan unsur terkait akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan perhatian.

“Air merupakan kebutuhan dasar. Karena itu, kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan sehari-hari. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar kondisi masyarakat dapat terus terpantau,” tambahnya.

Warga berharap bantuan tidak berhenti pada distribusi air bersih. Mereka juga menginginkan adanya solusi jangka panjang, seperti bantuan pompa air maupun program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Harapan tersebut muncul karena sebagian besar warga masih mengandalkan sumur. Ketika musim kemarau berlangsung, sumber air tersebut menjadi semakin sulit diandalkan.

Bantuan 20.000 liter air bersih itu pun menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap persoalan masyarakat tidak selalu harus menunggu masalah menjadi besar. Kehadiran aparat di tengah warga, terutama ketika kebutuhan dasar mulai sulit didapat, menjadi bagian penting dari pelayanan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. (ozy)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *