*SalamWaras* Sambas, KalBar – Pekerjaan peningkatan jalan kabupaten Sambas yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sambas, dan dilaksanakan oleh PT Abdi Jasa Tama, diduga dikerjakan asal-asalan. Jalan Mensere, Kecamatan Tebas, dan Jalan Sempalai – Seberkat, dilaporkan banyak yang retak-retak dan berlobang.
Warga setempat mengungkapkan, pengerjaan jalan Sempalai – Seberkat dilakukan tengah malam dan pas hujan. “Pengerjaan jalan ini tidak sesuai spesifikasi, terlihat jalan berlobang setelah di aspal. Kami warga setempat sangat tidak puas dengan hasil pekerjaan ini,” kata seorang warga.
Dugaan warga, salah satu penyebab jalan cepat rusak karena saat hujan cairan aspal atau prime coat tidak melekat, menyebabkan aspal tidak menempel dan diduga banyaknya pasir. “Kemungkinan besar ada kesalahan dalam proses pengaplikasian prime coat, sehingga ikatan antara lapisan aspal dan agregat tidak kuat, menyebabkan kerusakan pada struktur jalan”.
Peninjauan lokasi di jalan mensere, tim awak media menemukan kurang lebih 25 titik jalan yang retak. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan pekerjaan yang tidak sesuai standar. Dugaan kualitas material yang tidak sesuai standar, pekerjaan dilakukan asal jadi tanpa memperhatikan ketentuan standar spesifikasi.
Pekerjaan peningkatan jalan kabupaten Sambas ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 17.179.255.000 dengan waktu pelaksanaan 240 hari kalender, dan sumber dana APBD Kabupaten Sambas tahun 2025.
“Kami bukan tidak bersyukur dengan pembangunan di desa kami, tapi pekerjaan ini sepertinya dikerjakan asal jadi, dengan dana yang sangat besar, tapi hasilnya seperti ini, baru beberapa minggu sudah rusak dan pecah-pecah,” ucap salah satu warga.
Warga juga mengharapkan kepada dinas terkait untuk memberikan penjelasan spesifik terhadap proyek ini, yang dikerjakan oleh PT Abdi Jasa Tama, dan juga harus bertanggung jawab karena pembangunan ini menggunakan uang negara.
“Kami ingin pekerjaan ini diperbaiki dan dilakukan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan, serta dilakukan pengujian kualitas material dan proses pengerjaan untuk memastikan kesesuaian dengan standar teknik sipil,” tutup warga.
DM






