Salam waras com Polres Pekalongan – Polda Jateng – Musim kemarau kembali memunculkan ancaman kebakaran lahan di Kabupaten Pekalongan. Kali ini, rumput dan vegetasi kering di lahan ladang kosong milik warga di Desa Watupayung, Kecamatan Kesesi, terbakar, Jumat (28/8/2026) sore.
Api membakar lahan yang sedang tidak ditanami tersebut. Kondisi rumput dan vegetasi yang mengering akibat musim kemarau membuat api relatif mudah menjalar. Cuaca panas dan kering turut menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api di area terbuka.
Informasi awal kebakaran diketahui setelah warga melihat adanya asap dan kobaran api di lahan tersebut. Warga kemudian melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet ke area di sekitarnya.
Petugas bersama warga selanjutnya berjibaku melaksanakan pemadaman di lokasi. Api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke lahan maupun pemukiman warga.
Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan IPTU Suwarti, S.H saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, kebakaran terjadi pada lahan yang ditumbuhi rumput serta vegetasi kering dan hingga kini penyebab pastinya masih dalam pendalaman.
“Dari hasil pengecekan sementara, kebakaran terjadi pada lahan ladang yang tidak ditanami dan banyak ditumbuhi rumput serta vegetasi kering. Untuk penyebab pastinya masih dilakukan pendalaman,” ujarnya
Iptu Suwarti juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Terlebih, rumput kering dan material mudah terbakar dapat menjadi pemicu cepatnya penyebaran api.
“Di musim kemarau seperti sekarang, masyarakat kami imbau tidak melakukan pembakaran sampah, rumput maupun sisa tanaman secara sembarangan. Apabila melihat asap atau titik api di lahan terbuka, segera laporkan agar dapat ditangani sebelum api meluas,” tambahnya.
Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 4.000 meter persegi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sedangkan kerugian materiil dilaporkan nihil.
Setelah dilakukan upaya pemadaman dan pengecekan, kondisi di lokasi berangsur aman dan terkendali. Petugas juga melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang masih berpotensi menyisakan bara untuk mencegah api kembali muncul.
Kebakaran lahan pada musim kemarau memang patut diwaspadai. Vegetasi yang kehilangan banyak kadar air menjadi bahan bakar alami. Ditambah cuaca panas dan hembusan angin, api dapat merambat dengan cepat, terutama di lahan terbuka yang dipenuhi rumput kering.
Meski kebakaran kali ini bersifat lokal, potensi meluas tetap ada apabila api terlambat ditangani. Kondisi tersebut menjadi perhatian, terlebih jika lokasi kebakaran berada tidak jauh dari lahan pertanian maupun pemukiman warga.
Polres Pekalongan pun mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap sepele keberadaan api kecil di lahan terbuka. Kebiasaan membakar sampah atau rumput tanpa pengawasan dapat berujung pada kebakaran yang lebih besar.
Masyarakat juga diminta segera menghubungi pihak berwenang apabila menemukan titik api. Sementara pemilik lahan disarankan membersihkan rumput kering maupun material yang mudah terbakar, terutama pada bagian lahan yang berdekatan dengan permukiman.
Langkah pencegahan menjadi penting selama musim kemarau masih berlangsung. Sebab, satu bara kecil di tengah hamparan rumput kering bisa berubah menjadi kobaran api dalam waktu singkat. (ozy)
Editor : Humas Polres Pekalongan





