Salamwaras. com JAKARTA – Persoalan narkoba, pengangguran, dan lemahnya ekonomi masyarakat desa menjadi perhatian serius dalam kolaborasi Polri dan Kementerian Desa. Sinergi kedua lembaga ini diarahkan untuk menjadikan desa bukan sekadar objek pembangunan, melainkan garda terdepan dalam menjaga keamanan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Tiga agenda strategis menjadi fokus kerja sama tersebut. Namun, tantangan sesungguhnya bukan terletak pada banyaknya program yang dirancang, melainkan sejauh mana kebijakan itu benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat bawah.
Pertama, Program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) dengan melibatkan 10 asosiasi desa. Program ini diarahkan untuk memperkuat pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika hingga ke lingkungan pedesaan.
Langkah ini penting. Sebab, desa tidak boleh menjadi ruang baru bagi jaringan peredaran narkoba. Pencegahan harus diperkuat melalui pengawasan lingkungan, edukasi masyarakat, serta keterlibatan pemerintah desa dan aparat penegak hukum.
Kedua, Program POLIRAN (Polisi Peduli Pengangguran). Melalui program ini, Polri mendorong pelatihan keterampilan dan pembukaan akses lapangan kerja, termasuk bagi masyarakat yang telah menyelesaikan rehabilitasi narkoba.
Pesannya jelas, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku. Memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika juga membutuhkan solusi sosial dan ekonomi agar masyarakat memiliki kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik.
Ketiga, penguatan sinergi melalui 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia. Pengembangan desa ekspor, desa wisata, peternakan, dan perikanan menjadi bagian dari upaya membuka peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Namun, ada satu hal yang tidak boleh diabaikan: jangan sampai program besar hanya ramai dalam sosialisasi, tetapi minim realisasi di lapangan.
Masyarakat membutuhkan bukti, bukan sekadar janji program. Berapa banyak warga yang memperoleh pekerjaan? Seberapa efektif desa mencegah peredaran narkoba? Berapa banyak potensi ekonomi desa yang benar-benar berkembang?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dijawab melalui pelaksanaan program yang terukur, transparan, dan berkelanjutan.
Sinergi Polri dan Kemendes akan memiliki arti penting apabila mampu menyentuh persoalan paling mendasar masyarakat desa. Keamanan harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan, sementara pembangunan ekonomi harus membuka kesempatan yang nyata bagi warga.
Desa jangan hanya dijadikan sasaran program pembangunan. Desa harus diberi kekuatan untuk bangkit, mandiri, bebas narkoba, dan mampu menghidupi masyarakatnya sendiri.
Sumber : dari berbagai sumber






