SATNARKOBA POLRES TAKALAR GAGAL TANGKAP BANDAR SABU DI KOLAKA UTARA; DIDUGA ADA NEGOSIASI, PELAKU PEGAWAI LOKAL

Takalar – Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Takalar mengalami kegagalan mencolok dalam mengamankan bandar utama jaringan peredaran sabu-sabu yang jejak operasinya membentang hingga ke Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Meski identitas dan lokasi keberadaan pelaku telah terkonfirmasi jelas, pelaku yang diketahui bernama Danil justru lolos dari pengejaran. Muncul dugaan kuat adanya upaya negosiasi antara pihak pelaku dengan petugas yang diturunkan ke lokasi penangkapan.

Kasus ini bermula saat Satnarkoba Polres Takalar berhasil mengamankan dua pengedar lapangan, yaitu Ustad alias Ramli dan Siama alias Ramli. Kedua tersangka beroperasi di wilayah berbeda: satu di poros Galesong, satu lagi di wilayah poros Daeng Tata 1, Kabupaten Takalar.

Saat kedua tersangka menjalani pemeriksaan intensif di markas kepolisian, ponsel milik Siama alias Ramli tiba-tiba berdering. Petugas yang memegang perangkat tersebut kemudian berkomunikasi langsung dengan penelepon, yang ternyata adalah bandar penyedia pasokan utama mereka, Danil.

Dalam percakapan lewat telepon dan pesan WhatsApp yang terekam, Danil justru menagih pembayaran pasokan sabu kepada Siama. Dari komunikasi itu, petugas berhasil memastikan identitas lengkap serta lokasi keberadaan Danil. Pelaku diketahui bekerja sebagai pegawai di wilayah Rutang, Desa Unaha, Kecamatan Kolaka Utara.

Berdasarkan data yang diperoleh, Satnarkoba Polres Takalar segera mengerahkan dua tim khusus bergerak cepat ke Kolaka Utara untuk melakukan penangkapan. Namun, saat tim tiba di kediaman pelaku, Danil tidak ditemukan di lokasi. Hanya istri pelaku yang berada di rumah, namun ia tidak dapat memberikan informasi keberadaan suaminya. Hingga tim kepung dan meninggalkan lokasi, bandar utama ini tidak berhasil diamankan.

Informasi yang berkembang kuat di lapangan menyebutkan, Danil sempat menghilang sesaat sebelum tim pengejar tiba di lokasi. Hal ini memunculkan dugaan serius adanya upaya negosiasi atau pemberitahuan rahasia dari pihak tertentu kepada pelaku, sehingga ia memiliki waktu cukup untuk melarikan diri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kapolres Takalar maupun jajaran terkait mengenai dugaan pelanggaran proses penegakan hukum ini, serta alasan pasti belum tertangkapnya Danil.

Kegagalan penangkapan ini memicu kekecewaan mendalam dari keluarga kedua tersangka yang diamankan sebelumnya. Mereka meminta kepada Kapolda Sulawesi Selatan serta Kapolres Takalar untuk segera menindaklanjuti kasus ini.

“Kami meminta agar bandar sabu yang menyalurkan barang ke beberapa kabupaten ini segera diamankan, jangan sampai ada perlindungan atau negosiasi yang menghalangi penegakan hukum yang adil,” ujar perwakilan keluarga tersangka.

Keluarga juga berharap pihak kepolisian tidak hanya menangani pengedar tingkat bawah, namun berani menelusuri sampai ke akar jaringan serta memeriksa dugaan keterlibatan oknum yang membiarkan pelaku lolos.

Saat ini, Satnarkoba Polres Takalar dikabarkan masih berupaya melacak keberadaan Danil dan menelusuri keterangan dugaan negosiasi tersebut.

TIM INVESTIGASI

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *