Setahun Jadi Misteri, Feri Diciduk Saat Nonton Voli: Jejak Kematian Mozza Akhirnya Terbongkar

Salamwaras. com BLORA — Kasus hilangnya Mozza Axillia Gunarsa akhirnya memasuki babak baru. Lebih dari setahun setelah remaja tersebut dilaporkan menghilang, polisi menangkap seorang pemuda berinisial

MDFS alias Feri (22) di sebuah lapangan voli di Desa Kalitengah, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.

Ironisnya, Feri diamankan bukan saat bersembunyi di tempat terpencil, melainkan ketika tengah asyik menyaksikan pertandingan voli.

Penangkapan dilakukan tim Resmob/Satreskrim Polres Semarang dengan berpakaian sipil pada Kamis malam, 3 September 2026. Polisi mengepung lokasi dan mengamankan Feri tanpa perlawanan.
Kapolsek Banjarejo AKP Gembong Widodo membenarkan penangkapan tersebut.

Menurut Gembong, jajaran Polsek Banjarejo hanya melakukan pendampingan karena lokasi penangkapan berada di wilayah hukumnya. Sedangkan proses pengamanan dan pemeriksaan dilakukan tim dari Polres Semarang.

“Penangkapan di lapangan voli. Kemudian diinterogasi, akhirnya mengaku dan dibawa ke Semarang,” kata Gembong, Sabtu (5/9/2026).

Perangkat desa setempat bahkan turut menyaksikan proses setelah Feri diamankan polisi.

Yang membuat kasus ini semakin menggemparkan, penangkapan tersebut diduga menjadi pintu terbukanya misteri hilangnya Mozza yang telah berlangsung lebih dari satu tahun.

Polisi sebelumnya menemukan kerangka manusia di sebuah jurang kawasan jalan tol Jangli, Kota Semarang. Setelah dilakukan identifikasi, kerangka tersebut diketahui merupakan jasad Mozza.

Mozza dilaporkan hilang pada Juni 2025. Polisi menyebut dugaan pembunuhan terjadi pada 25 Juni 2025, sedangkan laporan orang hilang baru dibuat tiga hari kemudian, yakni 28 Juni 2025.

Waktu berjalan lebih dari satu tahun. Kasus yang sempat menjadi tanda tanya itu akhirnya kembali mencuat setelah polisi menangkap Feri di Blora.

Dari titik inilah rangkaian kasus mulai terkuak. Keberadaan kerangka Mozza di jurang Jangli menjadi petunjuk penting bagi penyidik untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada malam ketika nyawa remaja tersebut berakhir.

Sementara itu, setelah kabar penangkapan menyebar, akun TikTok Feri langsung menjadi sasaran warganet. Kolom komentar dipenuhi berbagai reaksi keras dan pertanyaan mengenai sosok pemuda yang sebelumnya terlihat menjalani kehidupan seperti biasa.

Namun, polisi masih harus mengungkap secara utuh bagaimana pembunuhan itu terjadi, apa motifnya, serta bagaimana jasad korban bisa dibuang hingga ditemukan di kawasan Jangli.

Mozza akhirnya dimakamkan pada Jumat (4/9/2026) di pemakaman Sepringgitan, Dusun Gebugan, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Setahun lebih kasus ini menyimpan tanda tanya. Kini, satu penangkapan di lapangan voli membuka pintu menuju misteri kematian Mozza. Tinggal menunggu seberapa jauh penyidik membongkar seluruh rangkaian peristiwa di baliknya.

Sumber : dari berbagai sumber

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *