Siti Mamlakhah S.AK Terpilih Pimpin Fatayat NU Wiradesa 2026–2030, Saatnya Fatayat Bangkit dan Bergerak

Salamwaras.com WIRADESA — Siti Mamlakhah S.AK akhirnya terpilih sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Wiradesa periode 2026–2030 melalui proses pemilihan yang turut dihadiri Hj. Hindun, anggota DPRD Kabupaten Pekalongan.

Terpilihnya Siti Mamlakhah bukan sekadar pergantian kepemimpinan. Ini menjadi momentum penting bagi Fatayat NU Wiradesa untuk melakukan konsolidasi, memperkuat organisasi, sekaligus menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

Empat tahun ke depan menjadi ruang pembuktian. Fatayat tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi harus mampu menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh kader dan masyarakat.

Fatayat harus bergerak lebih jauh: kaderisasi diperkuat, kapasitas perempuan muda NU ditingkatkan, ekonomi anggota dikembangkan, serta kegiatan sosial dan pendidikan diperluas.

Di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, organisasi perempuan muda NU dituntut tidak hanya menjadi pelengkap kegiatan keagamaan. Fatayat harus mampu menjadi ruang tumbuh bagi perempuan muda yang berdaya, berilmu, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial.

Kehadiran Hj. Hindun, anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, dalam momentum pemilihan tersebut menjadi bagian dari dukungan moral terhadap perjalanan organisasi dan kader-kader perempuan NU. Peran perempuan di ruang organisasi maupun ruang publik diharapkan terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kini kepemimpinan Siti Mamlakhah S.AK memiliki pekerjaan besar.

Bukan sekadar mengisi struktur kepengurusan, tetapi menghidupkan organisasi dengan gagasan dan gerakan nyata.

Kader-kader muda harus diberi ruang untuk tampil. Ide-ide baru harus dibuka. Potensi kader harus dikembangkan. Kritik dan evaluasi harus menjadi bagian dari proses organisasi, bukan sesuatu yang harus dihindari.

Fatayat NU Wiradesa tidak boleh berjalan di tempat.

Organisasi harus mampu mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan akar perjuangannya. Kegiatan harus memiliki arah. Kaderisasi harus memiliki target. Dan setiap program idealnya memiliki manfaat yang dapat dirasakan.

Empat tahun ke depan akan menjadi masa pembuktian bagi kepemimpinan baru.

Siti Mamlakhah S.AK memiliki kesempatan untuk membawa Fatayat NU Wiradesa menjadi organisasi yang lebih solid, terbuka, produktif, dan dekat dengan persoalan nyata masyarakat.

Karena kepemimpinan bukan hanya tentang siapa yang terpilih, tetapi apa yang mampu dilakukan setelah mendapatkan amanah.

Fatayat yang maju bukan yang sekadar ramai kegiatannya, tetapi yang mampu melahirkan kader-kader berkualitas, perempuan yang berdaya, serta memberikan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat.

Selamat atas amanah baru kepada Siti Mamlakhah S.AK.

Saatnya Fatayat NU Wiradesa bangkit, bergerak, dan berkembang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *