Sukirman Ajak Muslimat NU Bersinergi Bangun Daerah, Rekomendasi Organisasi Dinilai Penting untuk Pekalongan

Salam waras. com KAJEN – Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., mengajak Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pekalongan memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Sukirman saat membuka Konferensi Cabang IX Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pekalongan Masa Khidmat 2021–2026 di Gedung Student Center UIN Gusdur, Kajen, Minggu (4/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Sukirman secara terbuka menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan membutuhkan masukan dan rekomendasi dari Muslimat NU sebagai bagian dari upaya menentukan langkah pembangunan daerah ke depan.
Menurutnya, rekomendasi tersebut terutama diharapkan menyentuh sejumlah persoalan penting, mulai dari pemberdayaan perempuan, peningkatan prestasi generasi muda hingga pembentukan generasi yang tangguh.
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat-sangat mengharapkan, sangat-sangat membutuhkan rekomendasi dari Ibu-ibu Muslimat dalam kerangka untuk terus membangun Kabupaten Pekalongan,” ujar Sukirman.
Ia menilai Muslimat NU mempunyai posisi strategis karena memiliki jaringan organisasi hingga tingkat bawah dan selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Karena itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan organisasi masyarakat, termasuk organisasi perempuan, dinilai penting untuk memastikan berbagai program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Sukirman menyebut Muslimat NU selama ini telah mengambil bagian dalam berbagai program pembangunan, termasuk pengentasan kemiskinan, penurunan pengangguran terbuka, penanganan stunting hingga pemberdayaan masyarakat.
“Sudah terbukti, berbagai macam program pengentasan kemiskinan, Muslimat andil di dalamnya. Pengangguran terbuka, penurunan pengangguran terbuka, Muslimat andil di dalamnya,” katanya.
Menurut Sukirman, keberhasilan pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, sinergi antara pemerintah dengan Muslimat NU, Fatayat NU, IPPNU, Aisyiyah, PKK, Dharma Wanita dan kelompok perempuan lainnya perlu terus diperkuat.
Ia juga berharap konferensi tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi mampu melahirkan rekomendasi organisasi yang konstruktif dan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan.
“Jalur musyawarah adalah jalur terbaik,” tegasnya.
Sukirman pun mengajak seluruh peserta konferensi mengedepankan suasana sejuk, kekeluargaan dan musyawarah mufakat dalam menentukan arah organisasi.
PCNU Tekankan Soliditas
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH Muslikh Khudlori memberikan apresiasi atas kontribusi Muslimat NU dalam bidang keagamaan, sosial, pendidikan hingga pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Muslimat memiliki peran penting dalam memperkuat gerakan NU di tengah masyarakat.
Namun demikian, ia mengingatkan agar Muslimat NU tetap menjaga soliditas dan berjalan searah dengan garis perjuangan NU.
“Muslimat jangan neko-neko, Muslimat harus tetap dengan NU, Muslimat bersama-sama dengan NU berjalan di atas rel yang sudah ditentukan,” tegasnya.
Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah, Prof. Hj. Ismawati Hafidh, juga meminta konferensi berlangsung dalam suasana damai, sejuk dan penuh persaudaraan.
Ia menekankan agar seluruh program Muslimat NU tetap berlandaskan akhlakul karimah serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ismawati juga mendorong Muslimat NU Kabupaten Pekalongan memperkuat kemandirian ekonomi hingga tingkat ranting.
“Saya berharap bahwa Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan bisa menjadi contoh Muslimat Nahdlatul Ulama se-Jawa Tengah dalam hal perekonomiannya,” ujarnya.
Punya 19 PAC dan 330 Ranting
Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Pekalongan Hj. Sumarwati mengatakan Konferensi Cabang IX merupakan forum musyawarah tertinggi di tingkat cabang yang tidak sekadar menjadi agenda rutin lima tahunan.
Forum tersebut menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap program yang telah berjalan sekaligus merumuskan langkah organisasi ke depan.
Selama masa khidmat 2021–2026, Muslimat NU Kabupaten Pekalongan mencatat sejumlah capaian. Di antaranya berdirinya gedung PC Muslimat NU di Jalan Mandurorejo Kajen, aktifnya 19 PAC dan 330 ranting serta pengelolaan 325 lembaga pendidikan anak usia dini.
Selain itu, berbagai program sosial, kesehatan, lingkungan, pendidikan inklusif dan pemberdayaan masyarakat juga terus dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Konferensi Cabang ini bukanlah sekadar agenda rutin lima tahunan, tetapi satu forum musyawarah tertinggi di tingkat cabang sebagai momentum strategis untuk melakukan refleksi, mengevaluasi program kerja yang telah berjalan, serta merumuskan langkah nyata ke depan,” kata Sumarwati.
Ketua Panitia Konferensi IX Hj. Nisrohah berharap forum tersebut mampu melahirkan kepemimpinan yang kuat, memperkuat militansi organisasi serta menjaga kesinambungan perjuangan Muslimat NU.
Konferensi IX diharapkan menjadi momentum konsolidasi sekaligus memperkuat peran Muslimat NU sebagai salah satu kekuatan masyarakat dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Pekalongan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *