Salamwaras.com KAJEN, Kabupaten Pekalongan – Setelah sempat ditutup karena alasan keselamatan, Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 126 di Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, resmi kembali dibuka pada Senin (27/7/2026).
Peresmian dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., didampingi Kepala Dinas Perhubungan, Agus Purwanto, S.STP., M.AP.
Dibukanya kembali perlintasan ini menjadi kabar penting bagi warga setempat. Selama penutupan, akses menuju wilayah sekitar, terutama ke Desa Tegalontar, Kecamatan Sragi, menjadi lebih jauh dan menyulitkan aktivitas harian masyarakat.
Dalam sambutannya, Sukirman menegaskan bahwa pembukaan kembali jalur tersebut tidak dilakukan secara terburu-buru. Seluruh proses harus melalui tahapan sesuai regulasi, mengingat kewenangan perlintasan kereta api berada di bawah pemerintah pusat dan operator perkeretaapian.
“Prosesnya memang tidak singkat karena harus mengikuti aturan yang berlaku. Penutupan sebelumnya juga karena adanya musibah, dan itu menjadi pelajaran penting bagi kita semua,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran masyarakat Tengengwetan yang terus mendorong pembukaan kembali jalur tersebut dengan cara yang tertib dan penuh semangat kebersamaan. Bahkan, warga disebut siap bergotong royong dan mengumpulkan dana secara mandiri demi kembalinya akses tersebut.
Menurutnya, kondisi itu menjadi refleksi bagi pemerintah daerah.
“Ada semangat luar biasa dari masyarakat. Namun ini seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Ke depan, kami akan upayakan agar masyarakat tidak perlu lagi urunan untuk kebutuhan seperti ini,” tegas Sukirman.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan, lanjutnya, akan menyiapkan langkah lanjutan guna memastikan keamanan di lokasi perlintasan. Di antaranya pembangunan pos penjagaan, penyediaan fasilitas keselamatan, serta penataan petugas jaga.
Pembukaan kembali JPL 126 disambut positif oleh warga. Mereka berharap akses yang kembali normal ini dapat mendukung kelancaran mobilitas sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Meski demikian, pemerintah mengingatkan bahwa penggunaan perlintasan harus tetap disertai kedisiplinan dan kewaspadaan tinggi, mengingat jalur tersebut memiliki risiko yang tidak kecil.
Pembukaan ini bukan sekadar memudahkan akses, tetapi juga menuntut kesadaran bersama agar keselamatan tetap menjadi prioritas utama. (Londo)






