Salamwaras, Babel – Jejak bisnis haram timah balok kembali ditemukan. Tim media mengungkap dua titik dapur peleburan dan percetakan timah balok ilegal di kawasan kebun sawit ratusan hektare di Dusun Mudel, Desa Air Anyer, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Jumat (5/12/2025).
Penelusuran ini berawal dari informasi seorang warga Pangkalpinang berinisial RA, yang menyebut ada aktivitas peleburan di jalur Lintas Timur Dusun Mudel. Lokasi ini diduga masih berada dalam area kebun sawit yang dikaitkan oleh warga dengan Bos An, pemilik salah satu perusahaan mineral ikutan timah (MIT) di Air Anyer.
Titik Pertama: Bekas Aktivitas, Tidak Lagi Beroperasi
Di titik pertama, tim media menemukan tiga tungku dapur dalam kondisi usang. Area ini tampak lama tidak digunakan, namun struktur tungku menguatkan dugaan bahwa tempat tersebut sebelumnya aktif memproduksi timah balok.
Titik Kedua: Tungku Masih Hangat – Aktivitas Baru Saja Terjadi
Beranjak ke titik kedua yang masih dalam wilayah Dusun Mudel, suasana berbeda terasa.

Tim media mendapati empat tungku dapur. Saat disentuh, permukaan tungku masih hangat — indikasi kuat bahwa proses peleburan berlangsung belum lama. “Terak timah” atau tin slag terlihat berserakan dan masih baru, menjadi bukti sisa pembakaran yang belum mengering sempurna.
Keterangan Warga: “Di Sini Semua Diurus El”
Di lokasi itu, tim media bertemu warga setempat berinisial SY. Dalam wawancara singkat, ia menyampaikan bahwa lahan tersebut milik Pak Din, warga Pangkalbalam, yang kini disebut sedang berlayar.
Namun, yang mengejutkan adalah pernyataannya mengenai pengelola kegiatan ilegal itu.
“Kalau pemilik percetakan timah balok ini, setahu saya berinisial EL, oknum anggota polisi tinggal di Koba. Tempat tugasnya saya tidak tahu,” ungkap SY, Kamis (4/12/2025).
SY juga menegaskan bahwa aktivitas di lokasi itu disebut-sebut diatur sepenuhnya oleh EL.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto memberi peringatan kepada para jenderal di TNI maupun kepolisian yang terlibat dalam tambang ilegal di Indonesia.
Peringatan tersebut disampaikannya saat pidato kenegaraan pertamanya di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, pada Jumat (15/8/2025).
“Saya beri peringatan! Apakah ada orang-orang besar, orang-orang kuat, jenderal-jenderal dari manapun. Apakah jenderal dari TNI atau jenderal dari polisi atau mantan jenderal? Tidak ada alasan, kami akan bertindak atas nama rakyat,” tegas Prabowo di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Pertanyaan Menanti Jawaban
Temuan lapangan ini menegaskan bahwa rantai ilegal timah balok masih tumbuh subur di Bangka. Dugaan keterlibatan oknum aparat juga memantik keprihatinan: siapa sebenarnya yang melindungi jaringan bisnis gelap ini?
Penegakan hukum seharusnya menghapus ruang kompromi. Kasus ini perlu diusut cepat, terang, dan tuntas — bukan hanya menyentuh operator lapangan, tapi juga membongkar siapa yang berada di balik layar.
Salam Waras.
Sejarah Mencatat – Media Mengingatkan.
(*)






