Salamwaras.com,Yogyakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (BEM PTNU DIY) menggelar kegiatan Ramadhan Incubation Camp sebagai upaya menumbuhkan karakter mahasiswa yang kritis, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa. Kegiatan ini berlangsung pada 7–8 Maret 2026 di Youth Center Yogyakarta.
Koordinator Wilayah BEM PTNU DIY, Tegar Pradana, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BEM PTNU DIY dan PC PMII Bantul. Program ini juga mendapat fasilitasi dari BPO Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas generasi muda, khususnya mahasiswa.
Ramadhan Incubation Camp secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam pemikiran kritis, tetapi juga harus mampu menciptakan peluang ekonomi yang berdampak bagi masyarakat.
Sementara itu, keynote speech disampaikan oleh perwakilan PWNU DIY, Gugun El Guyanie, yang menyoroti pentingnya kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai kebangsaan, keislaman, dan tradisi intelektual Nahdlatul Ulama. Ia menegaskan bahwa mahasiswa NU harus mampu menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan komitmen kebangsaan.
Kegiatan Ramadhan Camp diisi dengan berbagai agenda penguatan kapasitas mahasiswa, mulai dari workshop keterampilan hingga project work. Materi mengenai entrepreneurship dan teknologi disampaikan oleh ekonom dan akademisi Edo Sagara, yang mendorong peserta untuk melihat peluang ekonomi baru di tengah perkembangan teknologi digital.
Selain itu, materi mengenai kepemimpinan dan personal branding disampaikan oleh M. Faisal Dzulfahmi, Wakil Sekretaris Nasional BEM PTNU Se-Nusantara. Dalam sesi tersebut, ia menekankan pentingnya mahasiswa membangun identitas kepemimpinan yang kuat serta kemampuan komunikasi publik di era digital.
Kegiatan ini juga menghadirkan sesi sosialisasi dari Binmas Polda DIY yang diwakili oleh AKP Ahmat Fauzi Mulyono, yang memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya menjaga keamanan sosial, toleransi, serta peran mahasiswa dalam menjaga stabilitas dan harmoni masyarakat.
Sebagai penutup, peserta Ramadhan Incubation Camp melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.
Tegar Pradana menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada forum diskusi semata. Sebagai tindak lanjut, peserta akan menyusun kajian analisis kepemimpinan terhadap ekonomi serta proposal bisnis yang nantinya akan disampaikan kepada berbagai stakeholder terkait. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan gagasan konkret dari mahasiswa yang dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan penguatan kepemimpinan generasi muda.
Melalui Ramadhan Incubation Camp, BEM PTNU DIY berharap lahir generasi mahasiswa yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dengan tetap berpegang pada semangat “Jaga Indonesia.”
Editor : DM






