Makassar, SalamWaras — Kapolda Sulawesi Selatan menegaskan komitmen penuh kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah, terutama dalam merespons maraknya aksi tawuran yang kembali meresahkan masyarakat.
Salah satu pemicu keributan yang terbaru disebut-sebut melibatkan seorang warga yang diduga menggunakan senapan angin, sehingga memancing eskalasi di lapangan.
Kapolda memastikan, laporan masyarakat langsung direspons cepat.
“Sudah kami berikan peringatan dan instruksi untuk menangkap pelakunya. Alhamdulillah, proses penanganan berjalan baik,” tegasnya.
Keamanan Sulsel Harga Mati
Kapolda menekankan bahwa Sulawesi Selatan tidak boleh menjadi ruang bebas bagi aksi brutal, tawuran, atau bentuk-bentuk gangguan kamtibmas lainnya. Menurutnya, keamanan merupakan fondasi utama untuk mendukung stabilitas sosial dan pembangunan ekonomi daerah.
Ia menegaskan prioritas kepolisian tidak hanya pada penanganan tawuran, tetapi juga pemberantasan narkoba, kejahatan jalanan, dan penyakit masyarakat lain yang selama ini mengganggu kenyamanan publik.
Koordinasi dengan Media: Ngopi Santai yang Tertunda
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda turut menyinggung agenda diskusi santai dengan para jurnalis.
“Sejak di Bareskrim ada rekan-rekan yang ajak ngopi. Saya bilang nanti kita atur. Tapi karena padatnya kegiatan, satu bulan tidak kelihatan. Makanya kemarin teman-teman koordinasikan kembali,” ungkapnya sambil tersenyum.
Ia menekankan pentingnya komunikasi sehat antara kepolisian dan media sebagai pilar pengawal informasi publik.
Menjelang Agenda Besar: Kewaspadaan Diperketat
Sulsel akan menghadapi rangkaian kegiatan besar pada 25–28 Agustus, yang diprediksi akan meningkatkan mobilitas masyarakat. Kapolda meminta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan agar tidak ada celah bagi pelaku kejahatan memanfaatkan momentum tersebut.
PR Masih Panjang, Pendekatan Bertahap Diterapkan
Kapolda tidak menutup mata bahwa sejumlah persoalan sosial membutuhkan proses penyelesaian bertahap.
“Kita upayakan dulu langkah preventif. Kalau memang tidak bisa, barulah kita lakukan penegakan hukum secara terukur. Semua tetap mempertimbangkan situasi lapangan,” ujarnya.
Pendekatan humanis tetap menjadi garis komando, namun ketegasan akan diterapkan bila pilihan dialog dan pencegahan tidak lagi efektif.
Ajak Warga Jadi Garda Pertama Keamanan
Kapolda secara tegas mengajak masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban.
“Mari kita bangun lingkungan yang lebih aman secara perlahan. Laporkan apa pun yang berpotensi menjadi gangguan. Semua laporan akan kami tindaklanjuti,” kata Kapolda.
Dengan sinergi aparat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga, ia optimistis Sulawesi Selatan mampu mempertahankan predikat sebagai wilayah aman, kondusif, dan layak huni bagi seluruh warganya.




