Salam waras. com KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, pelayanan kesehatan, serta membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama sejumlah tokoh masyarakat di Pendopo Wakil Bupati Pekalongan, Jum’at (25/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan, menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, perbaikan infrastruktur perlu dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan prioritas daerah, “Alhamdulillah, kita mulai sedikit-sedikit ndandani ruas-ruas jalan yang ada di kita. Mulai macam-macam, ada Jembatan Panti Anom, ada Watusalam, lalu kemudian Kedungwuni, dan seterusnya,” ujar Sukirman.
Ia menegaskan, pemerintah terus berupaya menangani berbagai persoalan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak, “Tanpa diviralkan pun semua jalan insyaallah akan kita urus, semua persoalan pasti akan kita urus,” tegasnya.
Selain infrastruktur, Sukirman juga menekankan pentingnya pembangunan manusia melalui pemberdayaan masyarakat. Ia menyebut sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Pekalongan menunjukkan perkembangan positif, antara lain pertumbuhan ekonomi, angka pengangguran terbuka, stunting, dan kemiskinan, “Menurut Badan Pusat Statistik pertumbuhan ekonomi kita baik, level di atas rata-rata di seluruh Jawa Tengah. Lalu kemudian angka pengangguran terbukanya turun sangat jauh. Stunting-nya juga turun sangat jauh. Angka kemiskinannya juga turun sangat jauh,” jelasnya.
Di bidang ketenagakerjaan, Sukirman juga menyampaikan adanya peluang penyerapan tenaga kerja dari pengembangan industri di Kabupaten Pekalongan. Salah satunya melalui perusahaan yang saat ini membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Ia menyebut, dari kebutuhan sekitar 20.000 tenaga kerja, saat ini sekitar 5.000 orang telah terserap. Mayoritas tenaga kerja yang telah diterima merupakan warga Kabupaten Pekalongan, “5.000 ini rata-rata orang Pekalongan semua, warga Pekalongan semua. Catatannya hanya yang dibutuhkan masih perempuan,” ungkapnya.
Untuk membantu masyarakat memperoleh informasi dan mengikuti proses rekrutmen, Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan mekanisme pelayanan satu pintu melalui tim yang melakukan inventarisasi dan pendampingan bagi calon tenaga kerja. Ia mengajak masyarakat, khususnya lulusan SMK, untuk memanfaatkan peluang kerja yang tersedia dengan mengikuti proses rekrutmen sesuai ketentuan yang berlaku, “Ini sudah kita inventaris dan kita kumpulkan, bagaimana nanti tesnya dan seterusnya kita dorong. Dan insyaallah dari sekian yang memang sudah kita dorong itu sudah berhasil masuk, dan gratis,” jelas Sukirman.
Sementara itu, dalam bidang kesehatan, Sukirman menegaskan pentingnya memastikan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan, memperoleh akses pelayanan kesehatan. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus memperkuat program Universal Health Coverage (UHC) agar masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan dengan lebih mudah, “Program kesehatan ini penting. Kita insyaallah November-Desember ini cukup untuk kemudian menampung UHC akses kesehatan yang murah, khususnya masyarakat di desil-desil tingkat bawah,” tuturnya.
Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi dan koordinasi perlu terus dilakukan agar berbagai program pemerintah dapat tersampaikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, “Kita berharap program-program ini bisa tersosialisasikan dengan baik,” tuturnya.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Muhammad Hanif Dhakiri, mengajak masyarakat untuk menjaga persaudaraan, memperkuat kepedulian, dan membangun kerja sama dalam menghadapi berbagai persoalan. Menurutnya, kebersamaan menjadi salah satu modal penting untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik, “Persatuan ukhuwah di kalangan kita semua, khususnya warga Nahdliyin menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan saat ini adalah Drs. H. Abdul Munir menyinggung terkait Pilkades mendatang. Ia mengatakan bahwa pelaksanaan Pilkades menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan proses pemerintahan dan pelayanan masyarakat di tingkat desa berjalan dengan baik, “Terus begitu, Pilkades. Kita laksanakan nanti bulan November, 34 pemilihan kepala desa akan kita laksanakan dengan bantuan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan ini,” ujar Abdul Munir.
Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Hj. Hindun mengajak seluruh peserta untuk memaknai setiap aktivitas positif sebagai bagian dari ibadah apabila dilaksanakan dengan niat yang baik. Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui pekerjaan dan kepedulian sosial sehari-hari, “Jadi semua itu bisa bernilai ibadah. Mencari nafkah itu ibadah. Semua apapun kalau kita niati ibadah,” ungkapnya.
Bupati Kabupaten Pekalongan periode 2016–2021, Asip Kholbihi, S.H. M.Si, mengingatkan bahwa musyawarah menjadi bagian penting dalam menentukan keputusan yang menyangkut kepentingan banyak orang. Melalui musyawarah, berbagai pandangan dapat dihimpun sehingga keputusan yang diambil diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Ia berharap semangat kebersamaan, silaturahmi, dan musyawarah terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan akan lebih mudah dihadapi apabila seluruh pihak dapat saling mendengarkan dan bekerja sama, “Semoga apa yang kita lakukan ini membawa manfaat bagi semuanya, khususnya bagi pembangunan di Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya. *Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan






