Sopir Bajaj di Tanah Abang Mengeluh, Masih Jadi Sasaran Pungli Preman

Salamwaras.com, JAKARTA – Sejumlah sopir bajaj di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengeluhkan praktik pungutan liar (pungli) yang masih marak terjadi. Meski pihak kepolisian telah menangkap oknum preman yang viral beberapa waktu lalu, para sopir mengaku aksi premanisme individu masih menghantui aktivitas harian mereka.

Para sopir bajaj menjadi korban pungutan liar oleh oknum preman. Setiap harinya, mereka harus menyisihkan uang sebesar Rp60.000 hingga Rp100.000 untuk disetorkan kepada preman yang menjaga area tersebut. Jika tidak membayar, para preman tidak segan memberikan ancaman hingga merusak kendaraan bajaj milik mereka.

Pihak yang dirugikan adalah para sopir bajaj, di antaranya Pak Nur dan Pak Sujito. Sementara itu, pelaku pungli diduga merupakan oknum preman yang bergerak secara individu (bukan terkoordinasi oleh organisasi besar).

Praktik pungli ini terjadi di kawasan Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat. Berdasarkan keterangan para saksi, aksi ini berlangsung setiap hari saat para sopir sedang mencari penumpang atau mengangkut barang.

Para preman memanfaatkan celah pengawasan di titik-titik tertentu untuk meminta “uang jatah”. Para sopir terpaksa membayar demi menjaga keselamatan diri dan kendaraan, mengingat biaya setoran bajaj ke pemilik saja sudah mencapai Rp60.000 per hari. Pungli ini menambah beban ekonomi yang sangat berat bagi mereka.

Secara umum, aktivitas jual beli di Pasar Tanah Abang tetap berlangsung normal dan kondusif. Namun, para sopir bajaj enggan berbicara secara terbuka di depan kamera, karena takut ditandai oleh oknum preman. Mereka berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pihak kepolisian melakukan tindakan tegas yang memberikan efek jera, bukan sekadar penangkapan sementara.

Sumber: Warga

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *