Suara Siri’ Napacce Gowa Menggema: Ratusan Warga Tuntut Bupati Husniah Talenrang Mundur

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 43;

Sungguminasa, 2 Juli 2026 — Suara tuntutan yang tegas dan keras menggema di halaman depan Kantor DPRD Kabupaten Gowa hari ini. Ratusan warga yang berkumpul dalam satu barisan padat menggelar aksi unjuk rasa besar dengan semangat nilai luhur masyarakat setempat, mengusung tajuk utama: “Suara Siri’ Napacce Gowa”. Dalam Orasinya, mereka sepakat menyuarakan satu tuntutan utama: Bupati Gowa, Husniah Talenrang, harus segera meletakkan jabatannya.

Dasar yang dikemukakan massa cukup jelas dan tegas. Menurut para peserta aksi, dugaan perbuatan perselingkuhan yang melibatkan Bupati telah melanggar batas kehormatan dan keteladanan yang wajib dimiliki oleh pemimpin daerah. Perbuatan tersebut dinilai tidak selaras dengan kedudukan dan tanggung jawab yang diemban, serta tidak lagi mencerminkan sifat dan sikap yang pantas bagi sosok pemimpin yang patut ditauladani oleh masyarakat luas.

Dalam Orasinya yang disampaikan di tengah kerumunan, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Gowa, Alumnus Zainuddin Daeng Romo’, menyampaikan sikap resmi perwakilan massa dengan tegas dan lugas. Ia menegaskan bahwa prinsip dasar Siri’ Napacce — nilai kehormatan, harga diri, dan ketulusan hati yang menjadi jiwa kehidupan masyarakat Gowa — tidak boleh dilanggar, bahkan terlebih lagi oleh pemimpin yang berkewajiban menjaga dan melestarikannya.

“Kami memberikan waktu dan kesempatan kepada Ibu Bupati untuk tampil dan memberikan penjelasan serta konfirmasi terbuka di hadapan masyarakat selambat‑lambatnya tanggal 6 Juli 2026, di Ruang Sidang Pansus,” ujar Zainuddin di hadapan ratusan peserta aksi.

Ia kemudian mempertegas ancaman kelanjutan gerakan ini jika harapan masyarakat tidak didengar:
“Apabila pada hari yang ditetapkan Bupati tidak hadir, tidak memberikan penjelasan apa‑apa maupun menanggapi seruan kami, maka kami tidak akan berhenti. Kami akan terus mengadakan kembali aksi serupa, makin besar dan makin luas jangkauannya, sampai tuntutan masyarakat terpenuhi dan nilai kehormatan daerah ini kembali dijaga dengan benar.”

Para peserta aksi tampak memasang spanduk dan tulisan yang menegaskan kembali pesan pokok gerakan mereka: pemimpin harus berkelakuan bersih, berintegritas tinggi, dan menjunjung tinggi norma serta kehormatan yang melekat pada budaya Gowa. Menurut pandangan mereka, ketika keteladanan sudah hilang, maka dasar kepercayaan rakyat juga runtuh — sehingga kedudukan yang dipegang tidak lagi memiliki landasan yang sah.

Hingga saat berita ini disusun dan disebarluaskan, belum ada tanggapan resmi maupun penjelasan yang disampaikan dari pihak Bupati Husniah Talenrang maupun dari Pemerintah Kabupaten Gowa terkait tuntutan dan jadwal pemanggilan konfirmasi yang telah ditetapkan oleh massa aksi. Sementara itu, semangat gerakan berlabel Suara Siri’ Napacce Gowa terus menyebar dan mendapat dukungan tambahan dari berbagai kalangan masyarakat di seluruh wilayah kabupaten ini.

(Tinri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *