JAKARTA, Salamwaras.com – Di tengah tuntutan modernisasi dan tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks, Polri menunjukkan bahwa penghormatan kepada para pendahulu tetap menjadi bagian penting dari jati diri institusi.
Melalui Surat Perintah Kapolri Nomor: Sprin/1761/V/HUM.1.1/2026 tertanggal 15 Juni 2026, Markas Besar Polri membentuk sejumlah tim anjangsana untuk mengunjungi mantan Kapolri, mantan Wakapolri, serta para purnawirawan dan Pegawai Negeri pada Polri (PNPP) yang sedang sakit dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Di balik seremoni peringatan hari lahir Korps Bhayangkara, kegiatan ini menyimpan pesan yang lebih dalam: Polri tidak melupakan mereka yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk membangun institusi.
Salah satu tim yang mendapat amanah tersebut adalah Tim 6 Anjangsana Mantan Kapolri, yang dijadwalkan melakukan kunjungan kepada Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Bambang Hendarso Danuri, M.M., Kapolri periode 2008–2010.
Tim tersebut dipimpin Brigjen Pol. Dr. Endra Zulpan, S.I.K., M.Si., Auditor Sispamobvitnas Utama Tk. II Baharkam Polri. Bersama sejumlah personel lintas fungsi, tim bertugas menyampaikan penghormatan dan silaturahmi kepada salah satu tokoh penting dalam perjalanan sejarah Polri.
Menurut Brigjen Endra Zulpan, kegiatan anjangsana bukan sekadar agenda formal yang rutin dilakukan menjelang Hari Bhayangkara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghargaan institusi kepada para senior yang telah meletakkan fondasi pengabdian bagi generasi penerus.
“Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polri melaksanakan berbagai kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada para senior dan pendahulu yang telah memberikan dedikasi, pengabdian, serta kontribusi besar bagi kemajuan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujar Endra Zulpan.
Ia menegaskan, para mantan pimpinan Polri dan purnawirawan merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang Korps Bhayangkara. Pengalaman, pemikiran, dan keteladanan mereka menjadi warisan yang terus hidup dalam setiap pengabdian anggota Polri saat ini.
“Kegiatan anjangsana ini merupakan wujud nyata kepedulian dan rasa hormat keluarga besar Polri kepada para tokoh yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan institusi. Mereka adalah sosok-sosok yang telah meletakkan fondasi pengabdian, profesionalisme, dan semangat Bhayangkara yang hingga saat ini terus menjadi pedoman bagi generasi penerus,” katanya.
Bagi Polri, kata Endra, menjaga hubungan dengan para pendahulu bukan hanya soal menghormati masa lalu, melainkan juga merawat nilai-nilai yang menjadi kekuatan institusi hingga hari ini.
“Kekuatan Polri tidak lahir dalam satu generasi. Institusi ini dibangun melalui kerja keras, pengorbanan, dan dedikasi para senior yang telah mengabdikan hidupnya untuk bangsa dan negara. Karena itu, menjaga silaturahmi dan memberikan penghormatan kepada mereka merupakan bagian dari menjaga marwah institusi,” tegasnya.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak berhenti ketika seseorang purna tugas. Jejak karya, pengalaman, dan pengorbanan para senior tetap menjadi bagian dari perjalanan Polri dalam menjawab harapan masyarakat.
Melalui kegiatan anjangsana, Polri tidak hanya hadir membawa salam dan perhatian, tetapi juga menunjukkan bahwa institusi yang besar adalah institusi yang menghargai sejarah, menghormati para pendahulunya, dan menjaga ikatan kekeluargaan lintas generasi.
“Atas nama keluarga besar Polri, kami menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh senior Polri atas pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan negara. Semoga para senior senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan,” tutup Brigjen Endra Zulpan.
Di usia ke-80 tahun, Polri tidak hanya berbicara tentang capaian dan transformasi. Melalui anjangsana kepada para seniornya, Korps Bhayangkara juga menunjukkan satu pesan sederhana namun bermakna: pengabdian tidak pernah dilupakan.






