Salam waras. com Kajen — Gerbong birokrasi Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali bergerak. Sebanyak 10 pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat strategis resmi dilantik dan dikukuhkan, Senin (28/9/2026).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman. Sejumlah jabatan strategis kini resmi memiliki pejabat baru yang diharapkan mampu memperkuat kinerja pemerintahan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pelantikan tersebut, Eka Iman Prabawa dipercaya mengemban tugas sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan.
Sementara Ari Arfiyanto, S.Si., M.A.P. dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
Untuk bidang pemerintahan, hukum dan politik, Fuadi Jaman, AP. menempati posisi sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.
Sementara itu, Indria Madyawati resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan, sedangkan Budi Raharjo, M.A.P. dipercaya memimpin Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pekalongan.
Di sektor pelayanan investasi dan perizinan, Abdul Azis, S.STP., M.Si. resmi menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pekalongan.
Sektor koperasi, UMKM dan ketenagakerjaan kini berada di bawah kepemimpinan Argo Yudha Ismoyo, S.STP., M.A.P., yang dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan.
Untuk bidang kepemudaan, olahraga dan pariwisata, Farid Abdul Khakim, S.STP., M.M. resmi dipercaya sebagai Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pekalongan.
Sementara Tuti Haryati, S.STP., M.Si. menempati posisi sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A PPKB) Kabupaten Pekalongan.
Sedangkan sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, yakni kesehatan, kini dipimpin dr. Ryan Ardana Putra sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
Sepuluh jabatan, sepuluh tanggung jawab, dan satu tuntutan yang sama: bekerja untuk kepentingan masyarakat.
Pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian atau pengisian kursi jabatan. Di balik setiap posisi terdapat kewenangan besar yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja dan pelayanan publik.
Apalagi sejumlah OPD yang dipimpin pejabat baru memiliki tugas yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Pelayanan kesehatan, perizinan, pemberdayaan ekonomi, ketenagakerjaan, pariwisata hingga pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan sektor yang hasil kerjanya mudah dirasakan publik.
Karena itu, pesan Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman agar para pejabat menjalankan amanah dan memperkuat koordinasi antar-OPD menjadi pekerjaan yang harus dibuktikan, bukan berhenti pada seremoni pelantikan.
Sumpah jabatan telah diucapkan. Berita acara telah ditandatangani. Kursi jabatan pun telah resmi ditempati.
Kini publik menunggu kerja nyatanya.
Sebab ukuran seorang pejabat bukan semata-mata berada di balik meja dengan jabatan tinggi, melainkan seberapa jauh kewenangan yang dimiliki mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Jabatan adalah amanah. Kinerja adalah pembuktian. Dan masyarakat adalah pihak yang akan merasakan hasilnya. (Jambul)
SALAMWARAS.COM — Tajam, Lugas, Edukatif.





