Aktivis Banyumas Serukan Masyarakat Rapatkan Barisan Dampingi Polda Metro dan Saksi Kunci

 

CAPTION : Para aktivis menyoroti munculnya berbagai narasi di media sosial yang membahas rute perjalanan hingga kronologi yang dikaitkan dengan Sutrimo.

 

Salamwaras.com, Banyumas, Jateng – Maraknya spekulasi terkait kematian Sutrimo, warga Desa Wlahar, Kabupaten Banyumas, menuai reaksi dari sejumlah aktivis di wilayah tersebut.

Para aktivis menyoroti beredarnya berbagai narasi di media sosial yang membahas rute perjalanan hingga kronologi kematian Sutrimo. Informasi yang beredar tanpa dasar dan verifikasi dinilai berpotensi menyesatkan masyarakat sekaligus mengaburkan fakta hukum yang sedang didalami aparat penegak hukum.

Menurut para aktivis, publik seharusnya tidak terbawa oleh asumsi maupun kesimpulan yang belum didukung bukti. Penyebaran narasi spekulatif juga dikhawatirkan semakin membebani keluarga Sutrimo yang tengah menghadapi proses hukum dan kehilangan anggota keluarganya.

Karena itu, masyarakat diajak merapatkan barisan dengan cara yang rasional, yakni mengawal proses hukum tanpa mencampuradukkan fakta dengan opini. Publik diharapkan menjadikan bukti medis, keterangan saksi, serta hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sebagai pijakan utama dalam melihat perkembangan kasus.

Sejalan dengan hal tersebut, elemen aktivis Banyumas menyatakan dukungan penuh kepada jajaran kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya, untuk mengungkap kasus tersebut secara transparan, profesional, dan objektif.

Penyelidikan dengan pendekatan scientific crime investigation dinilai penting agar setiap kesimpulan yang diambil benar-benar berdasarkan bukti ilmiah, bukan tekanan opini maupun spekulasi yang berkembang di ruang publik.

Selain mendukung aparat, para aktivis juga memberikan apresiasi terhadap keberanian para saksi kunci yang bersedia menyampaikan apa yang mereka ketahui di lapangan.

Perlindungan terhadap saksi dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan setiap keterangan dapat diberikan secara jujur, murni, dan bebas dari intimidasi ataupun tekanan pihak luar.

“Kami berdiri di belakang kepolisian dan mendukung penuh para saksi kunci. Biarkan penyidik bekerja tenang berdasarkan fakta medis dan temuan di TKP. Mari kita kawal kasus ini bersama secara rasional, bukan dengan ikut menyebarkan asumsi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Jacky, salah satu perwakilan aktivis.

Jacky menambahkan, dukungan masyarakat terhadap proses hukum bukan berarti membangun opini untuk menyudutkan pihak tertentu. Sebaliknya, pengawalan publik harus dilakukan dengan tetap menghormati proses penyelidikan dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Para aktivis juga mengajak media dan masyarakat untuk bersama-sama menghentikan penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Menurut mereka, ruang publik harus menjadi tempat untuk mengawal kebenaran, bukan memperbesar spekulasi.

Masyarakat diharapkan terus mengawal proses hukum hingga tuntas, memberikan ruang bagi penyidik untuk bekerja berdasarkan bukti, serta memastikan para saksi dapat memberikan keterangan tanpa tekanan.

Keadilan untuk Sutrimo, menurut para aktivis, harus diperjuangkan melalui fakta dan bukti, bukan melalui narasi liar dan asumsi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.**/Red.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *