SALAMWARAS, BATANG — Seragam dan jabatan tidak selalu identik dengan kehidupan yang berjarak dari pekerjaan rakyat. Kompol Busono, S.H., M.H., Kabagren Polres Pekalongan, justru menunjukkan sisi lain kehidupan seorang anggota Polri: tetap produktif membangun usaha peternakan di luar kesibukan kedinasan.
Di tengah tanggung jawabnya sebagai pejabat kepolisian, Kompol Busono masih menekuni peternakan kambing yang jumlahnya disebut mencapai sekitar 80 ekor. Ia diketahui berasal dari Pati dan tinggal di Dukuh Bembem, Desa Simbangdesa, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.
Bagi Busono, beternak bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang. Peternakan menjadi bentuk ikhtiar membangun kemandirian ekonomi sekaligus menjaga produktivitas setelah menjalankan kewajiban sebagai anggota Polri.
Tak sekadar menjadi pemilik, ia disebut terlibat langsung dalam pengelolaan ternaknya. Mulai dari menyiapkan pakan, membersihkan kandang hingga memantau kondisi kambing menjadi bagian dari aktivitas yang dijalaninya.
Di sinilah pesan pentingnya: jabatan seharusnya tidak membuat seseorang kehilangan etos kerja.
Pangkat adalah amanah dalam kedinasan. Sementara bekerja dan berusaha secara halal merupakan bagian dari kemandirian yang tidak mengenal kasta. Seorang pejabat bisa saja memimpin dari balik meja, tetapi tidak ada salahnya tetap turun ke kandang dan merasakan langsung bagaimana sebuah usaha dirawat dari hari ke hari.
Peternakan dengan puluhan kambing juga bukan perkara sederhana. Ada biaya pakan, kebersihan kandang, kesehatan ternak, risiko kematian, hingga perhitungan reproduksi dan pemasaran. Artinya, usaha semacam ini membutuhkan ketekunan, manajemen dan konsistensi.
Kisah Kompol Busono menjadi gambaran bahwa seragam tidak harus menciptakan jarak dengan realitas kehidupan masyarakat.
Justru, ketika seorang pejabat masih mau bekerja, mengurus usaha dan menghargai proses ekonomi dari bawah, ada pesan edukatif yang layak dicatat: keberhasilan bukan hanya tentang seberapa tinggi jabatan seseorang, tetapi juga seberapa kuat ia menjaga disiplin, produktivitas dan tanggung jawab di luar tugas utamanya.
Jabatan bisa melekat pada seragam. Tetapi karakter terlihat dari apa yang dilakukan ketika seragam itu dilepas.
Inilah sisi lain dari seorang anggota Polri yang memilih tetap bekerja dan berusaha—bukan sekadar berbicara tentang kemandirian, tetapi mencoba menjalaninya dalam kehidupan nyata.
Salamwaras — melihat manusia bukan hanya dari pangkatnya, tetapi dari kerja dan keteladanannya.





