Kejagung Periksa 10 Saksi Kasus Minyak Mentah PT Pertamina: Bongkar Jejak Korupsi di Jantung Energi Nasional

Jakarta, SalamWaras — Api penegakan hukum kembali menyala di tubuh korporasi pelat merah. Kejaksaan Agung RI melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) memeriksa 10 (sepuluh) orang saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018–2023.

Kepala Pusat Penerangan Hukum, Anang Supriatna, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pemeriksaan ini dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi berkas perkara atas nama tersangka HW dan kawan-kawan.

Bacaan Lainnya

Sepuluh saksi yang diperiksa antara lain:

  1. ZF – Senior Management Commercial PT Kilang Pertamina Internasional.
  2. AAHP – VP Planning & Trading Development PT Pertamina Patra Niaga.
  3. AR – Senior Account Manager PT Pertamina (Persero) tahun 2019–2020.
  4. AS – Direktur Keuangan PT Pertamina Patra Niaga.
  5. SR – Senior Analyst I Crude Data Market Analysis PT Kilang Pertamina Internasional.
  6. MUA – Analyst II Crude Oil Import Supply Direktorat Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional.
  7. YD – Manager Billing & Invoice.
  8. GI – VP Procurement PT Berau Coal tahun 2017–2023.
  9. HM – SVP Procurement PT Pertamina (Persero).
  10. FK – Senior Analyst Downstream PT Pertamina (Persero).

Kasus ini membuka tabir kelam tata kelola minyak mentah — jantung ekonomi dan energi bangsa — yang diduga dipenuhi permainan gelap, penyimpangan kontrak, hingga manipulasi data pasokan dan perdagangan.

“Pemeriksaan dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara dimaksud,” tegas Anang Supriatna dalam keterangan resmi.

Langkah ini memperlihatkan keseriusan Kejagung untuk menembus benteng korporasi raksasa milik negara yang selama ini dianggap “kebal hukum”.

Salam Waras Statement:
Ketika minyak rakyat dikelola dengan niat busuk, maka yang terbakar bukan hanya kilang — tapi nurani bangsa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *