Salamwaras, Pekalongan – Krisis air bersih yang melanda Desa Sembungjambu, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, semakin memprihatinkan. Kondisi terparah dialami warga RT 14 RW 04 yang mengaku telah kehilangan akses air bersih selama lebih dari tiga bulan terakhir.
Warga setempat menjelaskan, sumur bor yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan air bersih sudah tidak lagi mengeluarkan air. Sementara itu, wilayah Desa Sembungjambu juga belum terjangkau jaringan pelayanan air bersih dari PDAM, sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketua RT 14 RW 04, Slamet, mengatakan bahwa saat ini warga hanya dapat bertahan dengan mengandalkan bantuan air bersih dari para donatur.
“Untuk sementara warga hanya bisa berharap pada bantuan para donatur yang menyuplai air bersih dari luar desa. Tanpa bantuan tersebut, kebutuhan sehari-hari sangat sulit terpenuhi,” ujarnya.
Warga berharap bantuan air bersih terus berlanjut hingga tersedia solusi permanen. Mereka juga berharap pemerintah desa dan pihak terkait dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap kondisi yang sedang dialami masyarakat.
Selain menghadapi kekeringan, wilayah RT 14 RW 04 juga tergolong cukup terisolasi dibandingkan wilayah lainnya di Desa Sembungjambu. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penanganan permasalahan belum berjalan optimal.
Di tengah kesulitan yang dihadapi warga, Organisasi Masyarakat (Ormas) Probojoyo berinisiatif membantu mengupayakan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang. Ketua Probojoyo, Gigih Agusta, menyatakan pihaknya telah menerima permohonan bantuan dari warga dan siap mengawal proses pengajuan hingga terealisasi.
“Kami diminta membantu mengupayakan pembangunan sumur bor untuk warga RT 14 RW 04. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah membantu penyusunan proposal yang akan diajukan kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Terdapat peluang bantuan pembangunan sumur bor melalui DPUPR, dan kami siap mengawal prosesnya hingga pembangunan selesai,” kata Gigih.
Salah seorang warga, Hamid, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Probojoyo dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Mas Gigih selaku Ketua Probojoyo yang telah membantu mengupayakan pembangunan sumur bor. Beliau mengarahkan kami dalam penyusunan proposal dan siap mendampingi proses pengajuannya hingga terealisasi,” ungkap Hamid.
Saat ini kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak bagi warga RT 14 RW 04. Sebagian warga hanya mengandalkan air hujan, sementara yang lain harus meminta bantuan pasokan air dari desa tetangga.
Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait segera menghadirkan solusi nyata agar krisis air bersih yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan tersebut dapat segera teratasi.






