Bulukumba — Kekhawatiran publik terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja kembali menguat.
Di tengah meningkatnya kasus yang mulai merambah lingkungan sekolah dan komunitas pemuda, hadir seruan moral dari aktivis dan Jamaah Pejuang Subuh Bulukumba untuk bergerak bersama membentuk garis pertahanan sosial dan spiritual.
Seorang tokoh masyarakat Bulukumba menegaskan, urgensi penanganan masalah narkoba kini bukan lagi sebatas wacana. Menurutnya, situasi ini membutuhkan ruang diskusi serius serta langkah nyata yang dirancang dan dijaga bersama oleh pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama.
“Bagus kita duduk bersama membahas persoalan ini, dan bagus pula kita libatkan Pejuang Subuh untuk selalu mengingatkan dari mimbar tentang bahaya narkoba bagi generasi muda,” ujarnya.
Komunitas Pejuang Subuh di Bulukumba selama ini dikenal konsisten hadir dalam dakwah dini hari, membangun karakter keagamaan dan moral di tengah masyarakat. Di antara para penggeraknya, Muh. Idris, S.Sos., menilai bahwa pesan keagamaan yang disampaikan secara rutin memiliki kekuatan besar dalam mencegah para remaja terjerumus bahaya narkoba.
Menurutnya, suara dari mimbar masjid bukan hanya nasihat—tetapi arah, pengingat, dan pagar bagi moral generasi.
Ia menekankan bahwa pencegahan narkoba harus dilakukan dengan pendekatan komprehensif: edukatif, spiritual, dan kultural. Dari sekolah hingga ruang keluarga, dari masjid hingga komunitas sosial.
“Kita harus memperkuat kerja sama. Jangan menunggu ada korban baru bergerak. Edukasi harus dilakukan sejak dini, terukur, dan melibatkan semua pihak,” tegasnya.
Seruan ini mendapat sambutan positif dari berbagai unsur masyarakat. Banyak yang menilai narkoba bukan hanya persoalan penegakan hukum, melainkan juga persoalan moral, lingkungan, dan ketahanan keluarga yang membutuhkan strategi kolektif.
Langkah ini diharapkan menjadi pemantik gerakan lebih besar di Bulukumba, menghadirkan ruang dialog, pendampingan, dan aksi nyata untuk memagari masa depan generasi muda dari ancaman narkoba.
Jika kolaborasi ini terus menguat, Bulukumba tak hanya melawan narkoba—tetapi membangun budaya hidup sehat, sadar hukum, dan bermartabat.




