Salamwaras. com SULAWESI TENGAH — Pendidikan gratis sering terdengar manis di panggung kampanye. Namun, ketika janji itu mulai diwujudkan dalam kebijakan, barulah masyarakat bisa melihat siapa yang benar-benar serius.
Melalui Program Berani Cerdas, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid memberikan dukungan biaya pendidikan bagi masyarakat hingga jenjang S1, S2, bahkan S3.
Yang lebih menarik, penerima program tidak hanya mendapatkan bantuan lalu selesai.
Ada kewajiban untuk kembali mengabdi di Sulawesi Tengah setelah menyelesaikan pendidikan, sesuai dengan bidang keahliannya.
Jadi logikanya sederhana:
Pemerintah membiayai kuliah. Anak daerah menuntut ilmu. Setelah pintar, pulang dan membangun daerah.
Bukan sekadar bagi-bagi bantuan, tetapi mencoba membangun siklus investasi manusia.
Anwar Hafid menegaskan bahwa Program Berani Cerdas bukan sekadar janji kampanye.
“Bukan hanya janji kampanye semata, tetapi sebuah upaya kita memajukan provinsi ini melalui sektor SDM.”
Pesannya pun jelas: jangan terlalu bangga dengan kekayaan alam jika manusianya tertinggal.
Sebab tambang bisa habis. Hutan bisa berkurang. Sumber daya alam ada batasnya.
Tetapi manusia yang berpendidikan, memiliki keahlian, dan mau kembali mengabdi dapat menjadi kekuatan yang terus tumbuh.
“Masa depan daerah ini bukan ditentukan SDA, tetapi setinggi apa SDM yang dimiliki daerah ini,” tegas Anwar Hafid.
Kini masyarakat tinggal mengawal satu hal: pastikan program ini benar-benar tepat sasaran, transparan, berkelanjutan, dan tidak berhenti sebagai slogan politik.
Jika konsisten dijalankan, Berani Cerdas bisa menjadi contoh bahwa investasi terbaik pemerintah bukan hanya membangun gedung dan jalan, tetapi membangun manusia.






