Salam Waras, Bulukumba — Ada yang tidak waras dalam situasi ini. Saat warga desa kehilangan ternaknya satu per satu, pelaku pencurian ternak (curnak) justru seperti sulit disentuh hukum.
Lebih ganjil lagi, tersangka yang sempat diamankan malah bisa kabur—dan hingga kini belum juga tertangkap.
Di tengah kegelisahan itu, publik mulai berbisik lebih keras:
apakah pelaku curnak sedang “dipelihara”?
Data di lapangan berbicara tegas: curnak meningkat, ternak menurun.
Sementara itu, respons aparat dinilai belum memberi kepastian, apalagi rasa aman bagi masyarakat.
Aksi Unras: Jalan Terakhir Rakyat

Kemarahan itu akhirnya meledak di jalanan. Aliansi Pemuda Sapobonto menggelar aksi unjuk rasa di depan Polres Bulukumba, Senin (27/4/2026).
Dengan membawa spanduk dan suara lantang, massa menuntut pertanggungjawaban aparat atas kaburnya tersangka RG.
Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan tegas:
- Mendesak Kasat Reskrim Polres Bulukumba mundur dari jabatannya,
- Meminta Kanit PPA dan penyidik terkait dicopot,
- Menuntut pemeriksaan seluruh personel yang bertugas saat tersangka kabur,
- Mendesak pembukaan rekaman CCTV dan audit SOP penjagaan secara transparan.
Aksi ini bukan sekadar protes, melainkan bentuk akumulasi kekecewaan publik yang merasa ditinggalkan oleh sistem hukum.
“Kalau pelaku bisa kabur dan tidak segera ditangkap, ini bukan lagi kelalaian biasa. Ini darurat kepercayaan,” teriak salah satu orator di tengah aksi.
Kaburnya Tersangka, Runtuhnya Kepercayaan
Kasus RG kini menjadi simbol krisis kepercayaan.
Penjelasan bahwa ia hanya “pelaku anak” dan bukan tahanan tidak cukup menjawab pertanyaan mendasar publik:
bagaimana seseorang yang berada dalam penguasaan aparat bisa keluar begitu saja?
Di titik ini, publik tidak sedang mencari narasi pembelaan.
Publik menuntut jawaban yang konkret dan tindakan nyata.
Rakyat Kehilangan Lebih dari Sekadar Ternak
Di desa-desa seperti Sapobonto, ternak adalah:
- tabungan hidup,
- penyangga ekonomi,
- dan harapan masa depan.
Ketika ternak hilang, warga kehilangan pegangan.
Dan ketika pelaku tak tertangkap, yang hilang berikutnya adalah rasa aman.
Salam Waras: Negara Jangan Ikut Kehilangan Nurani
Salam waras hukum tidak boleh tumpul ke bawah dan kabur ke atas.
Jika ada celah dalam pengawasan, tutup. Jika ada kelalaian, akui. Jika ada yang bermain, bersihkan.
Aksi unras adalah tanda—bahwa rakyat masih peduli, masih berharap, dan masih percaya bahwa hukum bisa diperbaiki.
Namun jika suara itu terus diabaikan, maka yang akan runtuh bukan hanya kepercayaan—
melainkan kewarasan dalam melihat keadilan.
Pesan rakyat hari ini sederhana:
tangkap pelaku, evaluasi aparat, dan kembalikan rasa aman.






